Grid.ID - Bermain padel saat sedang berpuasa mungkin terdengar menantang karena olahraga ini cukup menguras energi. Namun, kamu tidak perlu menggantung raket selama sebulan penuh.
Dengan pengaturan waktu yang tepat, padel justru bisa menjadi cara seru untuk menjaga kebugaran fisik dan kesehatan mental di bulan suci Ramadan.
Berikut adalah panduan waktu terbaik untuk main padel saat Ramadan agar performa tetap maksimal tanpa mengganggu ibadah puasa.
1–2 Jam Setelah Iftar (Waktu Emas)
Ini adalah waktu yang paling direkomendasikan oleh para ahli dan menjadi favorit banyak pemain. Setelah berbuka puasa, tubuh telah mendapatkan asupan cairan dan energi kembali.
Kelebihannya kamu memiliki energi yang cukup untuk bermain dengan intensitas tinggi dan bisa langsung minum saat merasa haus di tengah pertandingan.
Berbukalah dengan porsi kecil atau sedang terlebih dahulu (seperti kurma dan air putih, diikuti makanan ringan) agar perut tidak terasa terlalu begah saat berlari di lapangan.
60–90 Menit Sebelum Berbuka (Ngabuburit Sporty)
Bagi kamu yang ingin membakar lemak lebih efektif, bermain menjelang waktu magrib bisa menjadi pilihan. Setelah selesai bermain, kamu bisa langsung melakukan hidrasi dan makan saat azan berkumandang.
Pastikan intensitas permainan tetap rendah hingga moderat. Hindari permainan kompetitif yang terlalu agresif karena cadangan air dalam tubuh sudah menipis di sore hari.
Apa Kata Ahli?
Baca Juga: Wajib Tahu, Berikut Tips Merawat Raket Padel agar Berumur Panjang
Menyesuaikan jadwal olahraga saat Ramadan bukan sekadar soal kenyamanan, tapi juga keamanan medis. Mengutip dari media internasional HealthXchange Singapore, dr. Fadzil Hamzah, seorang dokter senior di departemen Sport and Exercise Medicine Changi General Hospital, memberikan saran penting.
"Disarankan untuk tidak meningkatkan frekuensi, intensitas, dan durasi olahraga saat sedang berpuasa," ungkap dr. Fadzil seperti dikutip Grid.ID dari HealthXChange, Minggu (22/2/2026).
"Targetkan olahraga untuk pemeliharaan (maintenance), bukan untuk mengejar batas kemampuan fisik atau mencetak rekor pribadi baru.Selalu dengarkan tubuh Anda dan modifikasi intensitasnya sesuai kebutuhan," imbuhnya.
Senada dengan hal tersebut, dr. Omar Al-Seyrafi, spesialis kedokteran olahraga dari rumah sakit ternama di Qatar, Aspetar, menjelaskan dalam wawancaranya bahwa kunci utama olahraga saat Ramadan adalah keseimbangan.
"Kuncinya adalah berlatih dengan cerdas. Sesi latihan singkat dengan intensitas ringan hingga moderat sebelum Iftar adalah waktu yang ideal untuk pembakaran lemak," papar dr. Omar.
"Namun, untuk sesi yang intens seperti pertandingan kompetitif atau latihan beban, sebaiknya dilakukan setidaknya 2-3 jam setelah berbuka puasa agar tubuh memiliki dukungan nutrisi yang cukup," timpalnya.
Tips Tambahan Agar Padel Tetap Nyaman
Agar padel tetap nyaman dan menyenangkan selama ramadan, ada beberapa tips yang harus kamu perhatikan. Berikut beberapa di antaranya.
Prioritaskan Hidrasi: Minumlah setidaknya 8–10 gelas air antara waktu Iftar hingga Sahur untuk memastikan tubuh tidak kekurangan cairan saat bermain di hari berikutnya.
Pilih Lapangan Indoor: Jika bermain di siang atau sore hari, pilihlah lapangan padel indoor yang menggunakan AC untuk meminimalkan penguapan cairan tubuh akibat suhu panas.
Durasi Lebih Singkat: Jika biasanya kamu bermain selama 90 menit, cobalah untuk menguranginya menjadi 45–60 menit saja selama bulan Ramadan.
Dengarkan Sinyal Tubuh: Jika merasa pusing, lemas yang berlebihan, atau detak jantung tidak beraturan, segera berhenti. Ramadan adalah waktu untuk menjaga keseimbangan, bukan memaksakan diri.
Dengan memilih waktu yang tepat dan mengikuti saran para ahli, Anda tetap bisa melakukan smash dan bandeja di lapangan padel tanpa perlu khawatir batal puasa atau jatuh sakit! (*)
Artikel Asli




