Pantau - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera menegaskan percepatan pembangunan hunian tetap menjadi prioritas utama pemulihan warga terdampak banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh.
Ia menyatakan pembangunan huntap harus segera direalisasikan agar warga yang rumahnya rusak berat atau hilang mendapat kepastian tempat tinggal.
“Hunian tetap ini prosesnya melibatkan pemerintahan daerah, dan ... pasti saya akan kejar bupati semua, gubernur saya pasti akan kejar (penyiapan datanya).”
Tito menekankan validitas dan kelengkapan data penerima bantuan dari pemerintah daerah menjadi kunci percepatan pembangunan hunian tetap agar tidak terjadi kesalahan sasaran.
Pendataan secara detail terhadap warga terdampak dinilai penting untuk memastikan bantuan tepat guna dan tepat waktu.
Selain hunian tetap, pemerintah juga mempercepat pemulihan infrastruktur yang rusak akibat bencana.
Tito mengaku telah berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum untuk membangun jembatan permanen dua jalur di samping jembatan sementara yang roboh karena jalur tersebut merupakan akses strategis penghubung Medan–Banda Aceh.
Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan seperti rumah warga yang masih terdampak lumpur, sekitar 1.500 hektare sawah yang belum pulih, serta perlunya solusi jangka panjang berupa pembangunan sabo dam dan penguatan tanggul.
Melalui koordinasi lintas kementerian dan dukungan pemerintah daerah, pemerintah berharap pemulihan di Pidie Jaya dapat berjalan menyeluruh dan memberikan kepastian hidup bagi masyarakat terdampak.




