Terkuak! WN Selandia Baru Ngamuk di Musala Gili Trawangan Ternyata Overstay

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Warga negara Selandia Baru berinisial ML yang melakukan aksi protes terhadap pengeras suara sebuah musala di Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, terungkap berstatus melebihi izin tinggal (overstay) atas visa kunjungannya.

"Yang bersangkutan sudah dibawa ke kantor imigrasi untuk pemeriksaan lebih lanjut dari izin tinggalnya yang 'overstay'," kata Kepala Satreskrim Polres Lombok Utara AKP I Komang Wilandra, dikutip dari ANTARA, Minggu, 22 Februari 2026.

Baca Juga :
Enam Orang Hilang Akibat Bencana Longsor di Selandia Baru
Liburan Sambil Lari? Ini Destinasi Paling Seru Buat Para Runner Traveller

Wilandra menerangkan hal tersebut berdasarkan hasil pendampingan aparat kepolisian dari Subsektor Gili Indah Pos Gili Trawangan bersama Polsek Pemenang atas tindakan pihak Imigrasi yang turun ke lokasi mengecek status bule perempuan tersebut.

Saat pihak kepolisian memberikan pendampingan pengamanan, ML sempat menolak untuk bertemu dengan rombongan, namun melalui upaya pendekatan yang baik akhirnya bule tersebut mau menemui tim dengan catatan ada pembatasan jumlah orang.

Kepada pihak imigrasi, ML mengakui bahwa alasan dia memprotes aktivitas warga di mushala karena merasa terganggu dengan pengeras suara yang digunakan untuk tadarusan. Ia menganggap hal tersebut mengganggu waktu istirahatnya pada malam hari.

Petugas kemudian memberikan penjelasan terkait dengan aktivitas warga lokal, terutama selama bulan suci Ramadhan. Tadarusan bagian dari ibadah rutin umat Muslim. Petugas pun memberi pengertian agar ML memaklumi aktivitas tersebut.

Aksi ML sempat viral dalam rekaman video yang tersebar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, nampak sejumlah warga lokal berupaya meredam aksi ML yang berbuat onar di mushala pada Rabu malam, 18 Februari 2026.

Mikrofon yang digunakan warga lokal untuk tadarusan dirusak. Bahkan, ada handphone warga yang terlihat merekam aksinya, turut dirampas.

Ketika pengurus dusun menyambangi ML dengan tujuan meminta handphone warga lokal dikembalikan, ML menolak dan mengancam dengan senjata tajam jenis parang.

Terungkap, ML berada di Gili Trawangan untuk tinggal di tempat orang tuanya yang sudah lebih dahulu diusir oleh warga lokal.

Pasca kejadian tersebut, kepolisian kini memberikan pengamanan di sekitar mushala dan vila tempat tinggal bule tersebut.

Baca Juga :
10 Negara Ini Dinobatkan Sebagai Negara Terindah di Dunia, Bagaimana dengan Indonesia?
Prabowo Minta Selandia Baru Kirim Guru, Ajarkan Bahasa Inggris untuk PMI
Prabowo Bertemu PM Selandia Baru, Bahas Kerja Sama Bidang Pertanian hingga Kedokteran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Tewasnya Siswa SMPK Angelus Custos, Polisi: Kami Akan Gelar Perkara Khusus
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Dipimpin Muammar Gandi Rusdi, PSI Berbagi di Jeneponto, Sri Dewi Yanti Tegaskan Kemenangan
• 18 jam laluterkini.id
thumb
BGN Bantah Mitra SPPG Untung Bersih Rp 1,8 Miliar Per Tahun
• 13 jam laludetik.com
thumb
Perundingan Iran-AS Awal Maret, Peluang Kesepakatan Sementara Terbuka
• 23 menit lalucelebesmedia.id
thumb
Bursa Transfer MotoGP: Francesco Bagnaia Selangkah Lagi Tinggalkan Ducati
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.