tvOnenews.com - Dinamika Timnas Indonesia jelang agenda internasional 2026 makin panas.
Dari isu striker muda Rp43 miliar berdarah Jogja, tren pemain naturalisasi yang menolak pulang ke Super League, hingga sindiran pedas media Vietnam soal peluang juara Piala AFF 2026.
Berikut rangkuman kabar terpopuler yang sedang ramai diperbincangkan:
1. Ole Romeny Gigit Jari, Striker Belgia Rp43 Miliar Berdarah Jogja Masuk Radar Timnas Indonesia?
- Instagram @robin.mirisola - Instagram @oleromeny
Nama Robin Mirisola mulai masuk radar pembahasan publik sepak bola Indonesia. Penyerang 19 tahun milik KRC Genk itu disebut memiliki darah Indonesia dari sang ibu yang berasal dari Yogyakarta.
Genk bahkan mengikatnya dengan kontrak hingga 30 Juni 2030, bukti bahwa klub Belgia tersebut melihat potensi besar dalam diri Mirisola.
Musim ini, ia sudah tampil dalam 12 pertandingan Liga Belgia dengan kontribusi satu gol dan satu assist.
Tak hanya itu, ia juga mulai merasakan atmosfer kompetisi Eropa setelah mencatat dua penampilan di Liga Europa dengan total 34 menit bermain.
Sebelum promosi ke tim utama, statistiknya bersama Jong Genk juga stabil dengan total 11 gol dan 5 assist dari 48 laga.
Situasi ini kontras dengan kondisi Ole Romeny bersama Oxford United. Di Divisi Championship 2025/2026, Romeny belum mencetak gol maupun assist dalam 14 laga.
Secara valuasi pasar, perbedaan keduanya juga cukup mencolok.
Berdasarkan data Transfermarkt, nilai pasar Robin Mirisola saat ini berada di kisaran Rp43,45 miliar, sementara Ole Romeny berada di angka sekitar Rp17,35 miliar.
Belum ada pernyataan resmi soal naturalisasi. Namun secara administratif, peluang itu terbuka. Jika benar terealisasi, persaingan lini depan Garuda dipastikan makin panas.
2. 4 Naturalisasi Pilih Bertahan di Luar Negeri, Ogah Pulang ke Super League
- Excelsior Official
Di tengah tren kembalinya beberapa pemain diaspora ke Indonesia, ada empat nama yang justru memilih bertahan di luar negeri demi menjaga level kompetitif.
Ole Romeny
Masih terikat kontrak panjang hingga 2028 bersama Oxford United dan tetap fokus berkembang di Inggris.




