Upaya Mitigasi Banjir, Pemkab Badung Percepat Normalisasi Sungai di Kawasan Kuta Bali

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita

BALI, KOMPAS.TV - Normalisasi aliran sungai di kawasan Kuta, Bali, kembali dipercepat. Pemkab Badung, Bali, juga akan mengoptimalkan fungsi drainase demi menjaga keamanan kawasan pariwisata.

Upaya mitigasi banjir di kawasan wisata Kuta dipercepat. Pemkab Badung melalui Dinas PUPR melakukan normalisasi Sungai Tukad Mati dengan fokus pengerukan sedimentasi yang selama ini menghambat aliran air.

Sungai Tukad Mati yang membentang dari Kuta Utara hingga Kuta Selatan memiliki luas DAS 39,43 km2 dengan panjang 22,49 km. Saat curah hujan tinggi ditambah air rob di muara sungai ini kerap meluap dan menyebabkan genangan hingga 2 meter selama 4 sampai 6 jam.

Normalisasi difokuskan di titik krusial sebelah selatan Jembatan Patih Jelantik dekat Central Parkir Kuta yang menjadi penyebab perlambatan aliran.

Pemkab Badung juga mengerahkan sejumlah alat berat untuk mempercepat normalisasi. Di antaranya excavator amphibi dan excavator spider yang diturunkan langsung ke titik pengerukan sedimentasi di sepanjang alur Tukad Mati.

Dengan langkah ini diharapkan risiko banjir di kawasan wisata Kuta dapat ditekan dan aktivitas pariwisata tetap aman saat musim hujan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Baca Juga: Pembaruan Data Nasional, Lebih dari 31 Ribu Peserta BPJS PBI di Jember Dinonaktifkan

#kuta #normalisasisungai #mitigasi #banjir

Penulis : Shinta-Milenia

Sumber : Kompas TV

Tag
  • sungai tukad mati
  • pemkab badung
  • normalisasi sungai
  • mitigasi banjir
  • dinas pupr
  • kuta bali
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Stok Minyak Goreng Dipastikan Aman saat Ramadan
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dewa 19 Kembali Konser di Malaysia, Padi Reborn Jadi Tamu Spesial
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Brimob Aniaya Siswa di Tual, Yusril: Tak Cukup Dipecat tapi Juga Dihukum Berat
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Kemiskinan dan Lemahnya Pengawasan Picu Pencurian Besi Berulang di Jakut
• 19 menit lalukompas.com
thumb
Pengusaha Mesin Logam Tolak Rencana Impor Pikap Agrinas
• 2 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.