JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta Utara menjadi salah satu wilayah yang rawan terjadi kasus pencurian besi.
Berdasarkan catatan Kompas.com, pencurian besi terjadi di berbagai fasilitas umum yang ada di Jakarta Utara, mulai dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), kolong tol, pagar taman, plang pemberhentian JakLingko dan lain sebagainya.
Beberapa kasus pencurian besi di Jakarta Utara viral di media sosial Instagram, karena dilakukan secara terang-terangan, sehingga divideokan warga.
Sebagian kasus, dapat diusut tuntas oleh polisi dengan menangkap para pelaku beserta penadah yang membeli besi curian tersebut.
Baca juga: Saat Besi Jembatan dan “Mata Kucing” Dicuri Terang-terangan di Jakarta
Namun, sebagian kasus lagi sulit untuk diselediki lebih lanjut, karena tidak adanya kamera pengawas CCTV di sekitar lokasi, sehingga pelaku sulit terdeteksi.
Meski kasus pencurian besi ini selalu menjadi perhatian banyak orang dan polisi, para pelaku nampaknya tak pernah kapok.
KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU JPO Koja, Jakarta Utara, yang railing besinya dicuri maling. Jumat, (19/2/2026).
Fasilitas umum di Jakarta Utara perlahan terus digerogoti para tikus besi yang nampaknya tak pernah mati.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikannya kasus pencurian besi di Jakarta Utara terus berulang, karena faktor ekonomi.
Para pelaku yang ditangkap polisi mengaku, terpaksa mencuri besi karena terhimpit persoalan ekonomi.
"Para pelaku ini faktor utamanya adalah ekonomi, karena barang-barang ini (besi) memiliki nilai jual dalam bentuk besi bekas sehingga menarik minat dari pelaku melakukan pencurian," kata Onkoseno ketika diwawancarai di kantornya, Jumat (20/2/2026).
Baca juga: Pencuri Besi di Jembatan Sunter Beraksi secara Berkelompok
Bukan hanya menyasar besi, para pelaku juga kerap mengambil kabel Penerang Jalan Umum (PJU).
Kasus pencurian besi dan kabel ini, kata Onkoseno, lebih sering terjadi di kawasan Koja dan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Untuk mengurangi kasus pencurian besi dan kabel, polisi mengaku sudah rutin melakukan patroli di titik-titik rawan, agar jika ada aksi mencurigakan bisa segera diatasi.
Tingginya angka kemiskinan
Sosiolog dari Universitas Nasional (UNAS) Nia Elvina memandang, akar masalah pencurian besi selalu berulang di Jakarta Utara karena tingginya angka kemiskinan.