Pantau - Hunian sementara (huntara) mulai dibangun di Desa Sahraja, Kecamatan Pantai Bidari, Aceh Timur, yang sebelumnya terisolir pascabencana banjir bandang pada akhir November 2025.
Komandan Rayon Militer (Danramil) 20/Pante Bidari Muhammad Irwan menyampaikan bahwa saat ini proses penanganan telah memasuki tahap pemulihan.
“Sekarang kan sudah masuk tingkat pemulihan, seperti pembangunan huntara,” ujarnya saat ditemui selepas buka puasa bersama di Dusun Sarah Gala, Desa Sahraja, Aceh Timur, Aceh, Minggu.
Ia menjelaskan akses jalan menuju Desa Sahraja yang sebelumnya tertutup lumpur kini sudah terbuka setelah dilakukan pembersihan oleh TNI sejak awal bencana banjir melanda kawasan tersebut.
Pembangunan huntara di Desa Sahraja ditargetkan selesai pada Idul Fitri atau Maret 2026 dengan jumlah unit yang akan dibangun diperkirakan sekitar 1.500 unit.
“Kendalanya sejauh ini belum ada. Sudah mulai pembangunan,” ucap Irwan.
Berdasarkan pantauan di Desa Sahraja, sejumlah petak tanah telah diratakan dan dipersiapkan untuk pembangunan unit-unit huntara bagi warga terdampak.
Desa Sahraja menjadi salah satu wilayah dengan dampak terburuk akibat banjir bandang yang melanda Aceh pada November 2025 sehingga sempat terisolir karena akses jalan tertutup lumpur.
Seorang warga Desa Sahraja, Rudi Jasa, menyampaikan terima kasih atas dukungan relawan, pemerintah, dan pihak terkait dalam proses pemulihan pascabencana.
“Alhamdulillah huntara sudah mulai dibangun. Tempat kami lambat karena jauh dari perkotaan. Kalau hujan, kendala untuk bawa materialnya ke lokasi, makanya tempat kami paling lambat,” ucap Rudi.
Ia mengakui pembangunan huntara di desanya tergolong lebih lambat dibanding desa lain karena akses yang sulit dari pinggir jalan menuju lokasi terdampak.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, warga yang semula menempati Dusun Sarah Gala akan direlokasi ke tempat yang lebih tinggi karena wilayah lama dinilai rawan banjir.
“Karena kalau di sini Dusun Sarah Gala rawan banjir,” ucap Rudi.




