5 Masjid Bersejarah yang Wajib Disambangi di Turki, Ada Masjid dengan 20 Kubah

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Sebagai negara yang erat kaitannya dengan Kekaisaran Bizantium dan Ottoman, Turki dianugerahi bangunan-bangunan megah dan indah. Enggak hanya bangunan bersejarah, Turki juga dikenal sebagai negara dengan warisan arsitektur Islam luar biasa.

Hal itu dibuktikan dengan deretan masjid-masjid bersejarah yang masih berdiri sampai sekarang.

Atas undangan AirAsia X dan badan pariwisata Turki atau Go Türkiye, kumparan berkesempatan menjelajahi deretan masjid bersejarah di sana.

Dari kemegahan kubah raksasa hingga detail ubin Iznik yang memesona, berikut lima masjid bersejarah dan ikonik yang wajib masuk bucket list saat berkunjung ke Turki.

1. Süleymaniye Mosque

Berdiri megah di Bukit Ketiga Istanbul, Masjid Süleymaniye menjadi salah satu simbol kejayaan arsitektur Ottoman. Dikelilingi panorama Golden Horn, siluet empat menaranya mendominasi langit kota.

Interiornya tak kalah memukau. Ketika pertama kali memasuki masjid, kamu bakal disuguhkan dengan kaligrafi yang menghiasi dinding-dingin masjid. Tak hanya itu, masjid ini dilengkapi dengan karpet tebal, lampu gantung besar, kaca patri berwarna-warni, hingga mihrab berhias keramik indah. Salah satu ciri khasnya adalah lengkungan merah-putih bergaris yang elegan.

Di kompleks masjid ini juga terdapat makam Sultan Süleyman I dan istrinya. Tak heran kalau masjid ini dianggap sebagai salah satu karya seni arsitektur terbaik di Istanbul.

Masjid Süleymaniye terbuka untuk pengunjung setiap hari dari pukul 08.30 hingga 18.45, kecuali pada waktu salat, di mana akses ke aula utama dibatasi untuk para jemaah.

2. Rüstem Pasha Mosque

Terletak di distrik Eminönü, masjid ini sering disebut hidden gem karena lokasinya yang berada di atas deretan toko. Meski ukurannya lebih kecil dibanding masjid lainnya, keindahannya justru terletak pada detail keramik Izniknya yang memukau.

Dibangun pada 1563 oleh arsitek legendaris Mimar Sinan atas perintah Rüstem Pasha (menantu Sultan Süleyman), masjid ini terkenal dengan ubin Iznik bermotif bunga warna biru, hijau, dan merah yang sangat rumit.

Warna merah Iznik yang menghiasi dindingnya, bahkan dikenal sebagai warna yang paling sulit dibuat pada masanya. Menurut Aret, guide yang menemani perjalanan kami kala itu, bagian gagang pintu masjid ini terbuat dari lapisan mutiara.

Masjid Rüstem Pasha dibuka untuk pengunjung antara jam 08:30 dan 17:00. Saat waktu salat, masjid ini ditutup sementara. Namun. tetap dibuka bagi mereka yang ingin beribadah.

3. Sultan Ahmed Mosque (Blue Mosque)

Dikenal juga sebagai Blue Mosque atau Masjid Biru, masjid ini memiliki enam menara dan kubah bertingkat yang spektakuler. Dibangun antara 1609-1616 atas perintah Sultan Ahmet I, masjid ini menjadi salah satu landmark paling terkenal di Istanbul.

Julukan “Blue Mosque” berasal dari ribuan ubin Iznik berwarna biru yang menghiasi interiornya. Cahaya alami yang masuk melalui jendela-jendela melengkung membuat ruang salat utama terasa begitu magis. Meski disebut Masjid Biru, bangunan masjid ini ternyata didominasi warna abu-abu. Masjid ini memiliki kapasitas untuk menampung sekitar 10.000 jemaah

Tips terbaik untuk menikmati kemegahannya adalah, datang dari arah Hippodrome (barat), agar panorama masjid terlihat maksimal.

Buka setiap hari untuk umum dari pukul 08:30 hingga 17:00 waktu setempat. Saat waktu salat, masjid ini ditutup sementara. Namun tetap dibuka bagi mereka yang ingin beribadah.

4. Hagia Sophia

Dibangun pada tahun 537 oleh Kaisar Justinian sebagai gereja Bizantium, Hagia Sophia menjadi bukti kejeniusaan arsitektur Romawi Timur. Setelah menaklukkan Konstantinopel, bangunan ini diubah menjadi masjid oleh Fâtih Sultan Mehmed atau Mehmed II.

Selama berabad-abad, mosaik emasnya sempat ditutup dengan motif Islam, lalu dibuka kembali ketika diubah menjadi museum pada 1935. Pada 2020, statusnya kembali menjadi masjid.

Karena sempat menjadi gereja, pengunjung masih bisa menemukan lukisan atau mozaik Kristiani di sana. Contohnya adalah mozaik Bunda Maria tergambar di langit-langit dan diapit kaligrafi Allah dan Muhammad di Masjid Hagia Sophia.

Kubah raksasanya yang seolah “melayang”, permainan cahaya alami, serta perpaduan elemen Kristen dan Islam menjadikannya salah satu bangunan paling ikonik di dunia.

Bagian museum (lantai atas) Masjid Hagia Sophia buka untuk turis lokal dan internasional setiap hari dari pukul 09:00 hingga 19:00 dengan biaya sekitar 25 lira atau Rp 450 ribu.

Hagia Sophia ditutup sementara untuk kunjungan wisata setiap hari Jumat pukul 12:30 hingga 14:30 waktu setempat.

Masjid Hagia Sophia di Istanbul terbuka untuk umum dan umat Muslim yang ingin beribadah, dengan akses terpisah antara jemaah salat dan wisatawan.

5. Bursa Grand Mosque

Dikenal sebagai Ulu Cami, masjid ini dibangun oleh Sultan Yıldırım Bayezid antara 1396-1399 setelah kemenangan di Nicopolis.

Keunikan masjid ini terletak pada 20 kubah besar yang menutupi bangunan utama menjadikannya contoh terbesar arsitektur masjid multi-kubah Ottoman.

Pada tahun 1396, Yıldırım Bayezid ingin membangun 20 masjid di Bursa, tetapi atas saran Emir Sultan, menantunya dan salah satu cendekiawan penting pada masa itu, ia hanya membangun satu, yaitu “Ulu Cami”, atau Masjid Agung, yang ditutupi dengan 20 kubah.

Masjid ini menjadi contoh terbesar arsitektur masjid multi-kubah dalam arsitektur Ottoman. Oleh para cendekiawan pada masa itu, “Ulu Cami” diakui sebagai salah satu tempat suci dalam Islam di urutan kelima (setelah Mekah, Madinah, Yerusalem, dan Damaskus). “Ulu Cami” dibangun dengan denah persegi panjang.

Masjid ini memiliki tiga pintu, masing-masing di fasad timur, barat, dan utara. Pintu mahkota di fasad utara bangunan ini lebih megah dibandingkan pintu-pintu lainnya karena terbuat dari marmer.

Kubah-kubah tersebut bertumpu pada lengkungan dan pendatif, yang menghubungkan dua belas pilar besar berbentuk persegi ke dinding utama yang tebal. Kubah di bagian tengah masjid ini dilapisi kaca. Di bawahnya, terdapat air mancur wudu besar dengan 16 sudut.

Interior masjid ini dihiasi dengan 129 tulisan, beberapa di antaranya ditulis oleh kaligrafer terkenal seperti Abdulfettah Efendi, Mustafa Izzet Efendi, Sami Efendi, dan Shefik Efendi. Tulisan-tulisan ini disajikan sebagai contoh kaligrafi otentik.

Terdapat salinan Asma-ul Husna, 99 nama Allah, yang ditulis dengan huruf "celi sulus" dan "kufi" di seluruh pilar. Selain itu, terdapat tulisan kaligrafi karya Sultan Mahmud II. Mimbar masjid ini dibuat dengan teknik “kundekari” tanpa menggunakan paku atau elemen penyambung lainnya.

Oleh karena itu, mimbar ini memiliki karakter sebuah karya seni. Mimbar ini dibangun oleh Hadji Muhammed bin Abdulaziz bin Ibnu’d-Devaki. Relief di sisi timur dan barat mimbar masing-masing menggambarkan tata surya dan galaksi Bima Sakti.

Lebih lanjut, papan prasasti di atas pintu mimbar menyatakan bahwa masjid ini selesai dibangun pada tahun 1399, atas perintah Yıldırım Bayezid.

Bursa Grand Mosque/Ulucami umumnya buka setiap hari untuk pengunjung dan jemaah dari pagi hingga malam, biasanya sekitar jam 08:00-21:00 waktu setempat. Sebagai masjid aktif, pengunjung sebaiknya menghindari waktu salat wajib untuk berwisata dan tiket masuknya gratis


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cuaca 23 Februari 2026: Jakarta Diguyur Hujan Seharian, Kepulauan Seribu Berpotensi Petir
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Usai Kasus AKBP Didik, Divpropam Gelar Tes Urine Serentak Seluruh Personel Polri
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Hasil Liga Spanyol: Sikat Levante, Barcelona Gusur Real Madrid dari Puncak
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Jam Operasional Lapangan Padel di Jakarta di Daerah Padat Penduduk akan Dibatasi
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Setahun Pimpin Jakarta, Rano Karno Klaim 97 Persen Program Tuntas, Fokus Banjir dan Macet
• 5 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.