SUKABUMI, KOMPAS.TV - Anak laki-laki berinisial NS (12) di Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia diduga akibat dianiaya ibu tiri. Nyawanya tidak tertolong meski sudah dibawa ke rumah sakit.
Berikut fakta-fakta mengenai kasus tersebut.
Pengakuan AyahAyah korban, Anwar Satibi, mengatakan saat kejadian ia tidak berada di rumah. Ia dihubungi istrinya agar pulang lantaran NS mengalami demam.
"Saya pulang ke rumah. Pas sampai di rumah saya kaget melihat kondisi anak saya yang kulitnya pada melepuh. Saya tanya, 'Ma, kenapa ini kulitnya seperti ini?' Dia jawab, 'Ini kan sakit panas, jadi pada melepuh,'" ujarnya di Sukabumi, Jumat (20/2/2026), dipantau dari YouTube KompasTV.
Anwar mengatakan sang anak kemudian dibawa ke rumah sakit. NS sempat mengaku diberi minum air panas.
Korban kemudian dikabarkan meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026).
Baca Juga: Ayah Kandung Ungkap Fakta Bocah Sukabumi Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri: Sudah Pernah Dilaporkan
AutopsiAnwar mengatakan ingin anaknya diautopsi untuk mengetahui penyebab meninggal.
"Ingin sekali saya melakukan autopsi karena saya ingin tahu intinya seperti itu, ingin memastikan. Saya enggak bisa nuduh-nuduh sembarangan. Enggak bisa, nanti kenanya fitnah. Nanti saya juga dituntut lagi sama orang," ucapnya.
Kakek korban, Isep Dadang Sukmana, menceritakan dugaan penganiayaan pada cucunya.
"Waktu itu pagi-pagi saya ditelepon dari pesantren, mempertanyakan masalah anak tidak masuk ke pesantren. Nah, kenapa yang lain sudah pada masuk, anak Pak Anwar satu ini belum masuk ke pesantren," ujarnya dalam program Kompas Malam KompasTV, Sabtu (21/2/2026).
Setelah itu, Isep mengaku mendapat kiriman video dari Anwar yang memperlihatkan anaknya dalam kondisi terluka.
Isep menceritakan, dia pun menghubungi Anwar, lalu datang ke rumah sakit.
"Pas ketemu sama Pak Anwar, dia bilang kan sama ibu tiri bilangnya itu masuk rumah sakit itu adalah sakit panas, nah, tapi ada kabar dari Pak Anwar bahwa dokter membicarakan ini bukan sakit panas, tapi di situ menyatakan indikasi kekerasan," ujarnya.
Isep mengaku jadi penasaran dan mempertanyakan apakah betul cucunya mengalami kekerasan.
Ia juga mengatakan korban sempat mengaku disuruh minum air panas oleh ibunya.
"Pas saya tanya, korban mengaku bahwa waktu itu disuruh minum air panas katanya. Ditanya itu suruh siapa? Suruh mama katanya," ungkapnya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- anak tewas diduga dianiaya ibu tiri
- anak di sukabumi tewas diduga dianiaya ibu tiri
- penganiayaan
- penganiayaan anak
- anak dianiaya ibu tiri
- penganiayaan anak di sukabumi




