BPIP: Pesantren Pilar Penjaga Keutuhan NKRI

republika.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK — Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menegaskan pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga keutuhan NKRI. Penegasan ini disampaikan dalam sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila di Pondok Pesantren Darunnajah Al-Falah Telagawaru, Lombok Barat, NTB, Ahad (22/2/2026).

Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan, pesantren telah lama menjadi pusat lahirnya tokoh bangsa yang memiliki komitmen kebangsaan kuat. Menurut Yudian, nilai Pancasila hidup dalam keseharian masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren.

Baca Juga
  • Menuju Era Baru: Prabowo Segera Sahkan Ditjen Pesantren
  • Pondok Pesantren dan Masa Depan: Pendidikan atau Pelayanan?
  • Sejarah Pondok Pesantren Tebuireng

“Pondok pesantren adalah jantung peradaban Islam di Nusantara. Di sinilah lahir para ulama dan pemimpin bangsa yang tidak hanya menguasai literatur keagamaan, tetapi juga mencintai tanah airnya dengan sepenuh jiwa. Pesantren adalah pilar terkuat dalam menjaga keutuhan NKRI,” kata Yudian dalam siaran pers, Senin (23/2/2026).

Yudian menambahkan, Pancasila dan Islam memiliki peran penting dalam menjaga arah perjalanan bangsa. “Pancasila dan Islam adalah dua sayap yang membawa Indonesia terbang menuju cita-citanya. Tanpa Pancasila sebagai perekat, kita akan tercerai-berai. Tanpa semangat Islam yang rahmatan lil ’alamin, kita akan kehilangan kompas moral. Bersama keduanya, insya Allah, Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dan diridhai Allah SWT,” kata Yudian.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan BPIP, Prakoso mengatakan, kolaborasi lintas sektor diperlukan agar Pancasila tetap kokoh di tengah tantangan global. Kepala Badan Kesbangpol Provinsi NTB, Surya Bahari, mengapresiasi penguatan nilai kebangsaan melalui pesantren.

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darunnajah Al-Falah Telagawaru, Tuan Guru Haji Ahmad Ali Ma’sum mengatakan, pesantren berkomitmen mencetak santri yang memiliki semangat nasionalisme dan akhlak yang kuat. Komitmen ini sejalan dengan upaya menjaga persatuan bangsa.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Instruksikan Oknum Brimob di Maluku Dihukum Berat, Beri Rasa Keadilan ke Korban
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
Selama Ramadan, Jam Kerja ASN Bangka Barat Diatur Ulang
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Pengusaha Mesin Logam Tolak Rencana Impor Pikap Agrinas
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Puluhan Pengurus DPC PSI Semarang Kompak Mundur, Ada Apa?
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ramadan, War Takjil, dan Psikologi Kebersamaan di Tengah Perbedaan
• 1 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.