Kapolda Riau Ikut Dites Urine: Tak Ada Ampun bagi Pengguna Narkoba

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Pekanbaru -

Polda Riau melakukan pemeriksaan urine secara mendadak untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh personel Polda Riau, termasuk Kapolda Irjen Herry Heryawan dan para pejabat utama (PJU) Polda Riau.

"Pemeriksaan ini dilakukan tidak hanya kepada personel, tetapi seluruh pejabat utama (PJU) juga diperiksa, termasuk Bapak Kapolda," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad, kepada wartawan di Mapolda Riau, Senin (23/2/2026).

Pandra mengatakan pemeriksaan ini merupakan komitmen Polda Riau dalam mewujudkan institusi yang bersih dari narkoba. Pemeriksaan dilakukan terhadap sekitar 3.000 personel.

"Untuk hasilnya belum keluar semua. Tetapi yang Pak Kapolda dan PJU-PJU sudah keluar, hasilnya negatif semua," imbuh Pandra.

Baca juga: Polda Riau Cek Urine Personel, Komitmen Bersih-bersih dari Narkoba

Personel 'Nakal' Akan Ditindak Tegas

Sebelumnya, Kapolda Irjen Herry Heryawan menyampaikan bahwa langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan internal. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi bagi yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkotika.

"Tidak ada ampun bagi personel Polda Riau yang terbukti baik itu sebagai pengguna. Pengguna saja kalau terbukti akan dikenai aturan tegas sesuai aturan apalagi yang terlibat dalam transaksi narkotika," imbuhnya.'," kata Irjen Herry Heryawan.

Kapolda Riau menekankan bahwa sebelum menindak masyarakat, institusi kepolisian harus terlebih dahulu memastikan kondisi internalnya bersih dan terbebas dari narkoba.

Pemeriksaan urine ini dikawal ketat oleh Bidang Propam dan tim medis dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Riau.

Baca juga: Maklumat Kapolda Riau soal Ramadan 2026: Petasan hingga Konvoi Dilarang

Kapolda kembali mengingatkan agar personel tidak melakukan pelanggaran yang dapat mencoreng institusi. Polda Riau tidak akan memberikan toleransi bagi personel yang terlibat.

"Yang terbukti melakukan pelanggaran atau kejahatan, bergabung dengan sindikat kejahatan terutama narkoba tidak ada ampun. Karena dari awal saya sampaikan 'Melindungi Tuah Menjaga Marwah'," jelasnya.

Irjen Herry Heryawan menambahkan pihaknya terbuka menerima saran dan kritikan. Ia meminta masyarakat untuk melapor melalui aplikasi Yanduan Online.

Baca juga: Kawanan Gajah Masuki Mess Karyawan di Siak, Polisi Pastikan Tak Ada Korban




(mea/dhn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ide Menu Buka Puasa Praktis! Cobain Resep Dimsum Crabstick ala Sissy Prescillia
• 19 menit lalugrid.id
thumb
MyRepublic (DSSA) Tuntaskan Uji Laik Operasi FWA 5G di Sumatera dan Sulawesi
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Kasus Narkoba di Jateng Terbanyak di Semarang, 386 Orang Jadi Tersangka
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
[FULL] Dorong Ekonomi Keuangan Syariah Tumbuh Lebih Tinggi | SAPA PAGI
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Cabai Rawit Melonjak, Pemerintah Pasok Pasar
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.