Hybrid Masih Raja, EV Mengejar: Begini Persaingan Mobil Elektrifikasi di RI

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia tidak lagi hanya soal mobil listrik murni atau battery electric vehicle (EV), tetapi juga mencakup hybrid dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Dengan pilihan teknologi yang semakin beragam, data penjualan menjadi indikator penting untuk melihat segmen mana yang paling diminati konsumen.

Berdasarkan data penjualan ritel Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dilihat VIVA Otomotif Senin 23 Februari 2026, sepanjang 2025 mobil hybrid masih menjadi kontributor terbesar di kategori kendaraan elektrifikasi. Segmen ini mencatat penjualan sekitar 55 ribuan unit, menempatkannya sebagai teknologi elektrifikasi dengan basis konsumen paling luas di pasar domestik.

Baca Juga :
Daftar Mobil Bekas Terbaik Februari 2026, dari Sedan hingga SUV
PLN Tawarkan Potensi Cuan Bisnis SPKLU, Intip 3 Skemanya

Dominasi hybrid tidak lepas dari karakter penggunaannya yang menyerupai mobil konvensional karena tidak membutuhkan pengisian daya eksternal. Konsumen cukup mengisi bahan bakar seperti biasa, sementara sistem baterai akan terisi otomatis selama kendaraan digunakan.

Di posisi kedua, kendaraan listrik murni atau EV menunjukkan tren pertumbuhan yang agresif dengan penjualan sekitar 43 ribuan unit sepanjang 2025. Angka tersebut memperlihatkan peningkatan signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya seiring bertambahnya model dan dukungan insentif pemerintah.

Pertumbuhan EV juga didorong oleh biaya operasional yang relatif rendah serta pengalaman berkendara yang berbeda dari mobil berbahan bakar konvensional. Namun, faktor seperti ketersediaan infrastruktur pengisian daya dan persepsi jarak tempuh masih menjadi pertimbangan sebagian konsumen.

Sementara itu, segmen PHEV masih berada pada skala yang jauh lebih kecil dibanding dua teknologi lainnya. Sepanjang 2025, penjualan PHEV tercatat sekitar 1.000–1.500 unit, mencerminkan posisi pasar yang masih terbatas dengan jumlah model yang belum banyak.

Meski volumenya kecil, PHEV menawarkan konsep fleksibilitas karena dapat berjalan menggunakan listrik sekaligus mesin bensin sebagai cadangan. Karakter tersebut membuat PHEV sering diposisikan sebagai teknologi transisi bagi konsumen yang ingin mencoba elektrifikasi tanpa sepenuhnya bergantung pada pengisian daya.

Jika dibandingkan secara langsung, perbedaan volume penjualan menunjukkan pola yang cukup jelas antara ketiga teknologi tersebut. Hybrid masih memimpin dari sisi volume, EV mulai mengejar dengan laju pertumbuhan cepat, sementara PHEV berada di segmen khusus dengan pangsa pasar terbatas.

Baca Juga :
Terpopuler: Harga Mobil Listrik di IIMS 2026, Hybrid Murah untuk Pemula, hingga Ban Khusus Kendaraan Elektrifikasi
Deretan Mobil Hybrid Murah untuk Pemula di IIMS 2026
Home Charging hingga SPKLU, PLN Mobile Perkuat Ekosistem EV Berbasis Energi Hijau

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa bumi magnitudo 7,1 di Sabah tidak berpotensi tsunami di Kaltara
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Digitalisasi Ditegaskan Bisa Dorong Daya Saing Bisnis UMKM
• 45 menit laluviva.co.id
thumb
Setahun Kepemimpinan Supian-Chandra di Depok Dinilai belum Sentuh Isu Substantif
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Bedah Strategi Resilien Aspirasi Hidup Indonesia (ACES) di Industri Ritel
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Bupati Lombok Tengah Minta Pelaku Jambret WNA Tiongkok Segera Ditangkap
• 5 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.