Polres Tapanuli Tengah menggelar pengecekan tes urine secara mendadak kepada 35 personel kepolisian pada hari Senin (23/2), setelah apel pagi dilakukan.
35 personel kepolisian tersebut terdiri dari pejabat utama seperti Wakapolres, perwira hingga seluruh bintara di lingkungan Polres Tapteng.
Kapolres Tapanuli Tengah, AKBP Alan Haikel mengatakan pengecekan tersebut dilakukan oleh Propam Polres Tapteng dengan Satresnarkoba serta tim Dokkes (Kedokteran dan Kesehatan). Pengecekan dilakukan secara acak dan mendadak.
"Kita laksanakan tes urine secara random. Semua pimpinan polres termasuk anggota juga kita pilih random kita cek. Sementara hasilnya tidak ada yang positif, negatif semua," kata Alan saat dihubungi, Senin (23/2).
Alan mengatakan, pengecekan tersebut dilakukan untuk menjamin pengawasan dan kontrol terhadap anggota, kemudian arahan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tentang pembersihan internal secara menyeluruh
"Arahan dari Kapolri, jadi kita laksanakan tes urine secara random ya. Kita ingin memastikan bahwa personel yang bertugas melayani masyarakat benar-benar bersih dari pengaruh narkotika," ucap Alan.
Meski hasilnya bersih, pengawasan akan tetap dilakukan terhadap personel kepolisian secara berkala.
"Hasil tes menunjukkan tidak ada satu pun personel yang terindikasi positif. Namun, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala dan tanpa pemberitahuan sebelumnya demi menjaga integritas institusi," pungkas Alan.





