REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perkembangan industri kripto di Indonesia mendorong pelaku usaha memperluas kontribusi sosial di luar aktivitas perdagangan aset digital. Penguatan legitimasi industri dinilai penting seiring meningkatnya adopsi dan perhatian publik terhadap ekonomi digital.
Salah satu inisiatif dilakukan oleh Indodax yang meluncurkan program CSR bertajuk Berkah Ramadan 2026, bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-12 perusahaan. Program berlangsung pada 21 sampai 27 Februari 2026 di sejumlah titik Jabodetabek.
- Bitcoin Terkoreksi, Pasar Kripto Masih Fase Konsolidasi
- Epstein Files dan Indikasi Keterlibatannya pada Pengembangan Awal Kripto
- Perkuat Pasar Domestik, Bursa Kripto CFX Turunkan Biaya Transaksi
Vice President Indodax Antony Kusuma mengatakan, Ramadhan selalu menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat berbagi dan berbuat kebaikan. “Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan teknologi dan ekonomi digital juga membawa dampak nyata bagi masyarakat,” katanya dalam siaran pers, Senin (23/2/2026).
Antony menambahkan, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendorong literasi, inklusi, serta kepedulian sosial. “Kami ingin kehadiran kami tidak hanya dirasakan melalui layanan digital, tetapi juga lewat aksi nyata yang terasa di kehidupan sehari-hari. Semoga langkah kecil ini dapat berjalan berkelanjutan, membawa manfaat yang nyata, dan menjadi bagian dari komitmen kami terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Kegiatan dilakukan bekerja sama dengan Ayobantu dan Sekolah Relawan dengan sasaran lansia dhuafa, anak yatim, serta masjid di wilayah Jabodetabek.
Bantuan mencakup fasilitas pendukung belajar seperti tas sekolah, rak buku, paket buku bacaan anak, meja belajar lipat, alas duduk, papan tulis portabel, serta 100 paket perlengkapan sekolah untuk mendukung akses pendidikan dan literasi digital anak tidak sekolah.
Perusahaan juga menyalurkan ratusan paket sembako dan takjil berbuka puasa bagi lansia dhuafa di Kampung Pemulung Pinang Ranti dan Kemang, serta Kampung Nelayan Cilincing. Program turut mencakup kegiatan Belanja Bareng bersama anak yatim dan lansia di Pasar Jonggol serta penyaluran perlengkapan ibadah ke sejumlah masjid di Depok, Pondok Rajeg, Setiabudi, dan Kebayoran Lama.
Langkah ini mencerminkan upaya pelaku industri aset digital untuk membangun keterhubungan sosial di tengah ekspansi teknologi finansial. Integrasi antara pertumbuhan bisnis dan kontribusi sosial menjadi salah satu faktor penopang keberlanjutan ekosistem ekonomi digital.




