REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meramalkan musim hujan masih berpeluang terjadi sepanjang bulan ini yang sudah memasuki Ramadhan. Sehingga, BMKG mendorong masyarakat meningkatkan kewaspadaannya.
Ketua Tim Kerja Prediksi Dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Ida Pramuwardani menyebut secara umum sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada periode musim hujan. Kondisi ini ditandai dengan masih aktifnya Monsun Asia yang membawa massa udara basah dari belahan bumi utara menuju wilayah Indonesia.
- BMKG: Hujan Lebat Diprakirakan Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia
- BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah Indonesia Diguyur Hujan
- BMKG Prakirakan Cuaca Hujan di Berbagai Wilayah Indonesia
Selain itu, dinamika atmosfer lainnya juga turut berperan, seperti aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang kelvin. "Kombinasi dari fenomena-fenomena ini mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan-awan hujan," kata Ida kepada Republika, Senin (23/2/2026).
BMKG mencatatkan hujan dengan intensitas ekstrem di DK Jakarta (179,7 mm/hari) dan Jawa Barat (168,5 mm/hari). Kemudian hujan dengan intensitas sangat lebat tercatat pula di Nusa Tenggara Timur (127,7 mm/hari), Banten (111,6 mm/hari), dan Sulawesi Selatan (101,0 mm/hari).
.rec-desc {padding: 7px !important;}"Pada periode 20–23 Februari 2026 yang bertepatan dengan fase awal Ramadan 2026, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas sangat lebat hingga ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia," ujar Ida.
Atas fenomena ini, BMKG terus mempelototi perkembangan kondisi atmosfer secara berkelanjutan dan secara rutin memperbarui prakiraan cuaca dua kali sehari berdasarkan kondisi atmosfer terkini. Kemudian BMKG menerbitkan peringatan dini cuaca terhadap potensi hujan signifikan dan angin kencang hingga lima hari ke depan, serta menyebarluaskannya secara intensif melalui berbagai platform diseminasi resmi. BMKG juga mengupdate warning pada skala nowcasting (0-6 jam ke depan) sebelum kejadian cuaca ekstrem.
"Sebagai langkah antisipasi dan mitigasi BMKG juga melakukan SMS Blast secara berkala untuk menyampaikan informasi eskalasi peningkatan cuaca ekstrem yang perlu diwaspadai menyebabkan banjir/genangan melalui kanal SMS Blast hasil kerjasama BMKG dengan Komdigi," ujar Ida.
Dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang.
BMKG menyebut kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu perlu menjadi perhatian dalam perencanaan aktivitas, terutama perjalanan dan kegiatan luar ruang, termasuk saat menjalankan ibadah di bulan puasa.
"Masyarakat juga diimbau menggunakan perlengkapan yang sesuai seperti payung atau jas hujan, menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama berpuasa, serta memastikan lingkungan sekitar rumah dalam kondisi aman," ucap Ida.




