jpnn.com, JAKARTA - Eks anggota Tim Mawar Kopassus Fauka Noor Farid menilai keputusan Presiden RI Prabowo Subianto bergabung dengan Board of Peace untuk mendukung pemulihan, menjaga stabilitas perdamaian, dan mendukung kemerdekaan Palestina sudah tepat.
Dia mengatakan dengan bergabung dalam BoP maka Indonesia memiliki peluang lebih besar mendukung agar dunia internasional mengakui Palestina.
BACA JUGA: Wacana Kehadiran Prabowo ke KTT BoP, BOI: Menyalahi Prinsip Politik Bebas Aktif
Fauka menjelaskan meski dalam BoP tergabung Israel, tetapi Indonesia tetap memiliki celah untuk menjaga perdamaian, terlebih sebagai Wakil Komandan International Stabilization Force (ISF) di Jalur Gaza.
"Indonesia sebagai Wakil Komandan ISF atau Pasukan Stabilisasi Internasional memiliki posisi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung Palestina," kata Fauka, Senin (23/2).
BACA JUGA: Risiko Kirim 8 Ribu Pasukan TNI ke Gaza di Bawah BoP, Membahayakan Nyawa
Menurutnya, dengan posisi Wakil Komandan ISF tidak serta merta Indonesia kehilangan kendali untuk menjadi penengah dalam konflik terjadi.
Dia menjelaskam wujud komitmen dan konsistensi Indonesia dengan mengirim 8.000 perahu TNI ke Gaza, Palestina untuk memastikan tidak ada lagi masyarakat Palestina yang menjadi korban penindasan Israel.
BACA JUGA: Indonesia Bakal Kirim Pasukan ke Gaza di Bawah BoP, Hasto: Tradisinya Melalui PBB
"Batalion yang dikirim adalah batalion Zeni dan Kesehatan untuk merekontruksi Palestina dari kehancuran dan memberikan jaminan kesehatan kepada rakyat Palestina," ujarnya.
Fauka mengatakan Indonesia juga akan memastikan seluruh bantuan untuk masyarakat Palestina terdistribusikan dengan baik, tidak lagi terhambat karena agresi militer Israel sebagaimana sebelumnya.
Pasalnya selama ini Indonesia dan negara-negara lain terkendala untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke Palestina, penyebabnya karena akses jalur Gaza yang dibatasi Israel.
"Jadi, jangan dilihat di BoP ada Israel, ketua Amerika terus kita enggak bisa berbuat apa-apa. Tujuan Pak Prabowo tetap mendukung kemerdekaan Palestina, bukan dikendalikan negara lain," tutur Fauka. (mcr8/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... 2 Oknum TNI Diduga Menganiaya Seorang Pemuda Dilaporkan ke Denpom Meulaboh
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Kenny Kurnia Putra




