Kronologi Penganiayaan Karyawan SPBU Cipinang, Pelanggan Ngamuk karena Barcode Pertalite

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Cipinang, Jakarta Timur, dianiaya pelanggan yang mengaku aparat setelah terjadi perdebatan soal barcode saat hendak mengisi Pertalite.

Salah satu korban, operator SPBU Lukmanul Hakim (19), mengatakan peristiwa itu terjadi pada Minggu (22/2/2026) saat ia bertugas pada shift malam.

"Saya lagi jaga malam. Nah, terus itu posisinya lagi agak santai, baru tuh mobil kejadian pelaku. Nah, pelakunya masuk. Saya nungguin, nungguin sampai barcode-nya ada," tutur Lukman saat ditemui, Senin (23/2/2026).

Baca juga: 3 Karyawan SPBU Cipinang Diduga Dianiaya Pelanggan, Pelaku Sebut Mobil Jenderal

"Enggak lama dia marah-marah. karena kan yang belakang antre. 'Siapa yang berani sama saya?', dia ngomong kayak gitu. Nah, saya scan kan barcode supirnya, ternyata barcode-nya beda dengan di mobil aslinya," jelas Lukman.

Menurut Lukman, mobil yang digunakan pelaku adalah Toyota Alphard, sedangkan barcode terdaftar untuk Toyota Kijang meski nomor pelatnya sama.

Setelah diberitahu hal tersebut, pelaku malah marah-marah dan menyuruhnya kembali ke kantor untuk bertanya ke staf lain.

"Langsung saya rame-rame ke sini sama staf kan. Pas nanya ke staf, langsung kan diinterogasi sama dia. 'Kamu ngelihat enggak ini barcode-nya sama?' kata dia gitu kan. Nah, barcode-nya sama, cuma kan pelatnya beda," sambung dia.

Saat dikonfirmasi, pelaku justru mengintimidasi petugas dan mengeklaim kendaraan tersebut milik seorang jenderal.

"Kalau dari oknum polisi dia bilang sendiri sih, Kak. Dia bilangnya kan pas kita barcode-nya beda dia bilang, 'Kamu tahu enggak ini barcode-nya Jenderal?'. Dia bilang kayak gitu," ucapnya.

Lukman menegaskan, petugas menjalankan prosedur operasional standar (SOP) Pertamina. Kendaraan dengan barcode yang tidak sesuai, tidak diperbolehkan mengisi Pertalite.

Baca juga: 3 Karyawan SPBU Cipinang Dianiaya Pelanggan, Propam Polda Metro Datangi Lokasi

Meski begitu, pelaku tetap emosi dan mulai melakukan kekerasan.

"Enggak lama tuh staf saya didorong, dijedotin di mobilnya dia, mobil Alphard. Nah, pas dijedotin dia diomelin tuh sama cewek di dalam mobil, 'jangan kaya gitu' saya dengernya," kata Lukman.

"Enggak lama supirnya masukin mobil, disuruh sama nggak tahu disuruh sama pelakunya, langsung ditampar staf saya sama dia. Kayak ngajakin ribut gitu," lanjut dia.

Selain itu, operator SPBU yang sedang beristirahat mendatangi lokasi dan ingin memberikan makanan untuk yang tugas malam tetapi menjadi korban.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Enggak lama saya lagi ngitungin duit dipukul juga. Kirain saya dia udah pulang. Saya dipukul bolak-balik sama dia," ungkap dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mushaf Al-Qur’an Raksasa di Cilegon Bukti Hebatnya Ulama Kota Santri
• 7 jam laludisway.id
thumb
Disaksikan Keluarga Korban Arianto, Sidang Etik Bripda Masias Digelar Siang Ini: Bakal Dipecat?
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Kepergok Warga, Maling Tabung Gas Dihajar
• 9 jam lalurealita.co
thumb
Jadwal Imsakiyah dan Waktu Berbuka Puasa Selasa, 24 Februari 2026 untuk Seluruh Wilayah Jawa Tengah
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Pasar Murah Ramadhan 2026: Jawa Timur, Subang, hingga Gorontalo Jaga Daya Beli Masyarakat
• 5 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.