Insantara Ungkap 14 Kandidat Potensial Ketum PBNU Jelang Muktamar ke-35

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Keputusan PBNU untuk mengadakan Muktamar ke-35 NU pada Juli atau Agustus tahun 2026 memiliki makna sangat strategis karena bersamaan dengan momentum menapaki gerbang perjalanan abad kedua organisasi keagamaan terbesar di dunia.

Dinamika pergantian pucuk PBNU semakin menghangat. Menyikapi momentum strategis ini, Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) mengungkapkan daftar 14 tokoh yang memiliki peluang besar untuk menakhodai PBNU dalam Muktamar ke-35 NU.

Baca Juga :
Memasuki Ramadan, Sinar Mas Wakafkan Alquran ke PBNU dan Majelis Alumni IPNU
PWNU Jatim Nilai Sistem AHWA Gagasan Terbaik dalam Pemilihan Ketua PBNU

Peneliti Insantara, Wildan Efendy, menjelaskan bahwa pihaknya menentukan nama-nama kandidat berdasarkan tiga aspek utama, yakni tingkat popularitas, rekam jejak jalur sumber kandidat, serta hasil wawancara mendalam dengan pengurus dan warga NU.

Wildan juga menyoroti bahwa transisi kepemimpinan kali ini membawa tanggung jawab besar bagi perbaikan tata kelola jam’iyyah. Tingginya aspirasi pengurus wilayah, cabang, dan warga kultural menjadi indikator utama keinginan lahirnya pemimpin baru.

“Desakan transisi kepemimpinan PBNU yang sangat kuat dari PWNU, PCNU, dan aspirasi warga NU menjadi salah satu indikator keinginan besar lahirnya nakhoda baru di tubuh PBNU. Kita mesti menjaga kesadaran ini sampai Muktamar ke-35 berlangsung, agar tercipta kepemimpinan baru PBNU yang lebih baik, berintegritas, dan sesuai dengan zaman di abad kedua NU,” jelas Wildan dalam keterangannya, Senin, 23 Februari 2026.

Kandidat Potensial Ketum PBNU
Photo :
  • Dok. Istimewa

Insantara juga menemukan data yang cukup mengejutkan terkait mekanisme pemilihan. Temuan menunjukkan 90 persen elemen NU menghendaki sistem Ahwa diterapkan penuh bagi Syuriyah (Rais Aam) dan Tanfidziyah (Ketua Umum) di Muktamar mendatang.

Pergantian kepemimpinan PBNU ini bukan sekadar rutinitas manajerial, melainkan titik tolak krusial bagi Nahdlatul Ulama dalam menavigasi tata kelola keumatan yang lebih progresif dan berintegritas di abad keduanya.

Berikut adalah peta sebaran 14 kandidat potensial tersebut:

1. Klaster PBNU: Prof. KH Nuh DEA, KH Yahya Cholil Staquf, KH Syaifullah Yusuf, dan KH Zulfa Mustofa.

2. Klaster PWNU: KH Abd Ghaffar Rozin, KH Abd Hakim Mahfudz, dan KH Juhadi Muhammad.

3. Klaster Tokoh NU dan Pesantren: KH Imam Jazuli, KH Abdussalam Shohib, KH Yusuf Chudlori, dan KH Marzuqi Mustamar.

4. Klaster Politik dan Pemerintahan: H Muhaimin Iskandar, H Nusron Wahid, dan Prof. KH Nasaruddin Umar.

Baca Juga :
Hilal Tak Terlihat di 45 Titik, PBNU Tetapkan Awal Ramadhan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026
KH Ma'ruf Amin-Gus Salam Dinilai Bisa Kembalikan Jati Diri NU
Jelang Muktamar, Kiai Kafabihi Mahrus Dinilai Tepat Pimpin PBNU

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ramadan, War Takjil, dan Psikologi Kebersamaan di Tengah Perbedaan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Buntut Tewasnya Pelajar di Tual, Kapolda Maluku Targetkan Pelimpahan Berkas Bripda Masias Lusa
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Awal 2026 Sepi IPO, Emiten Pilih Tunggu Momentum
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menkeu Bocorkan ‘Kejutan’ untuk UMKM! Program Baru Disiapkan, Dampaknya Bisa Terasa Setahun ke Depan
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Tiongkok Desak AS Cabut Tarif Sepihak usai Putusan Mahkamah Agung
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.