Penulis: Doni
TVRINews-Rancabali
Satgas Kodim 0624/Kab. Bandung targetkan pengecoran 1,5 kilometer tuntas tepat waktu.
Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0624/Kabupaten Bandung terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur jalan di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali.
Memasuki pekan keempat Februari 2026, pengerjaan fisik tetap dipacu meskipun personel dan warga setempat tengah menjalani ibadah puasa Ramadhan.
Pada Senin 23 Februari 2026, fokus utama pekerjaan dipusatkan di Kampung Babakan Simpang Gunung Leutik.
Berdasarkan laporan di lapangan, personel Satgas bersama penduduk setempat melakukan persiapan teknis berupa pemasangan bekisting dan perataan lapisan beskos pada titik 650 meter guna memastikan ketahanan struktur jalan.
Progres Fisik dan Capaian Target
Hingga saat ini, capaian fisik proyek pengecoran jalan telah menyentuh angka 836 meter. Satgas menargetkan total pembangunan sepanjang 1.500 meter untuk membuka aksesibilitas di wilayah perbatasan yang selama ini sulit dijangkau.
Danramil Ciwidey sekaligus perwakilan Satgas TMMD Kodim 0624/Kab. Bandung, Kapten Supriyadi, menegaskan bahwa kondisi fisik saat berpuasa tidak menjadi penghalang dalam menjalankan tugas.
"Meskipun kondisi kami sedang berpuasa, sinergitas antara prajurit dan masyarakat Desa Cipelah tetap solid.
Kami berkomitmen menyelesaikan total target 1,5 kilometer pengecoran ini tepat waktu untuk kemudahan mobilitas warga," ujar Kapten Supriyadi dalam keterangannya di lokasi proyek.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Program TMMD ke-127 tahun 2026 ini mengusung tema "TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa".
Proyek ini tidak hanya dipandang sebagai pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga sebagai upaya memperkuat integrasi sosial antara TNI dan masyarakat pedesaan.
Penyelesaian jalan ini diharapkan mampu menjadi urat nadi baru bagi perekonomian lokal. Dengan akses yang lebih memadai, distribusi hasil pertanian masyarakat Desa Cipelah diharapkan menjadi lebih efisien, sekaligus mempermudah akses warga menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Pengerjaan ini diprediksi akan terus berlanjut dengan intensitas tinggi guna memenuhi tenggat waktu yang telah ditentukan, sekaligus memastikan kualitas jalan memenuhi standar keamanan transportasi darat.
Editor: Redaktur TVRINews





