MBG Disebut Bisa Jadi Motor Ekonomi Desa dan Petani

viva.co.id
19 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu andalan pemerintahan Prsiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus digenjot.

Hingga kini, program tersebut diklaim telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat dan ditargetkan tembus 82 juta penerima paling lambat Desember 2026.

Baca Juga :
LIbur dan Cuti Bersama Lebaran, Begini Skema Pendistribusian MBG
BGN: Pembagian MBG saat Sahur Tidak Ada

Pemerintah menyebut, MBG bukan sekadar program pembagian makanan gratis, melainkan bagian dari strategi besar pembangunan nasional yang terintegrasi dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan pemerataan pendidikan.

Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi tulang punggung operasional program ini. Setiap unit dapur rata-rata mempekerjakan sekitar 50 orang per hari. Angka tersebut dinilai mencerminkan dampak ekonomi langsung yang tidak kecil, terutama dalam penciptaan lapangan kerja di berbagai daerah.

Tak hanya berdampak di sektor konsumsi, efek berantai program ini juga diyakini merambat hingga ke sektor hulu. Founder the Centre for Indonesian Crisis Strategic Resolution (CICSR), Muhammad Makmun Rasyid, menilai MBG berpotensi menggerakkan pertanian dan ekonomi desa secara signifikan.

“Dengan adanya permintaan yang stabil dan terukur dari dapur-dapur MBG, desa memiliki peluang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ini dapat memperkuat rantai pasok pangan nasional sekaligus membuka ruang bagi keterlibatan generasi muda di sektor pertanian,” kata Makmun, Senin, 23 Februari 2026.

Menurutnya, lonjakan kebutuhan komoditas seperti sayur, buah, telur, hingga sumber protein lainnya menciptakan kepastian pasar bagi petani. Aktivitas produksi, distribusi, hingga pengolahan hasil pertanian di tingkat lokal pun berpeluang meningkat.

Kondisi ini dinilai bisa menekan laju urbanisasi karena desa memiliki daya tarik ekonomi yang lebih kuat. Selain itu, ketahanan pangan nasional juga disebut akan semakin kokoh jika rantai pasok berjalan stabil dan terintegrasi.

Makmun menambahkan, peluang besar tersebut perlu diiringi dukungan konkret, mulai dari akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi pertanian, hingga kemitraan usaha yang berkelanjutan, terutama bagi petani muda.

Pemerintah sendiri menegaskan, MBG dirancang bukan hanya untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi berbasis pangan. Dengan ekspansi dapur SPPG yang terus berlangsung, program ini diproyeksikan menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi kerakyatan dalam beberapa tahun mendatang.

Baca Juga :
GP Ansor Sebut Diplomasi Prabowo di Board of Peace untuk Dunia Lebih Damai
Heboh Harga Cabai Tembus Rp 140 Ribu per Kg, Pemerintah Lakukan Ini
MA AS Batalkan Tarif Trump, Prabowo Langsung Minta Jajaran Lakukan Hal Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Pesan Penukaran Uang Baru di Website PINTAR BI, Periode 2 Dibuka Hari Ini 24 Februari 2026
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Lapangan Padel di Jakarta Wajib Pasang Peredam Suara, Jika Tidak Siap-Siap Kena Sanksi!
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Sidang Perdana Praperadilan Eks Menag Yaqut Digelar Hari Ini
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Kepala DBMBK Sulsel Tegaskan Perbaikan Jalan Hertasning–Aroepala Tetap Berjalan Sesuai Jadwal
• 15 jam laluterkini.id
thumb
AHY Perjuangkan Swasembada Air, Masuk Prioritas Asta Cita Prabowo
• 32 menit laludisway.id
Berhasil disimpan.