JAKARTA, KOMPAS.com - PPK Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Alva Yaasiin memberikan penjelasan terkait kondisi Jalan Tanah Pasir, Penjaringan, Jakarta Utara, yang rusak.
Ia membenarkan bahwa titik jalan tersebut merupakan titik pengerjaan JSDP paket 4.
"Benar, untuk tanah pasir menjadi salah satu lokasi kegiatan JSDP dipaket 4 yang dilaksanakan oleh penyedia PT Waskita Karya," ucap Yaasiin saat dihubungi Kompas.com pada Senin (23/2/2026).
Baca juga: Jalan Rusak di Penjaringan Jakut Imbas Pembangunan Proyek JSDP Zona 1
Lokasi tersebut masih dalam tahap konstruksi berupa pemasangan pipa air limbah dan direncanakan selesai pada Juli 2026.
"Untuk digarisbawahi, lokasi tersebut masih dalam tahap konstruksi dengan lingkup pekerjaan berupa pemasangan pipa air limbah," jelas dia.
Hal itu membuat perbaikan jalan yang rusak baru bisa dilakukan pada Agustus 2026.
"Dan pengembalian kondisi jalan secara permanen di bulan Agustus," kata dia.
Proyek galian di jalan tersebut sekilas terlihat seperti sudah selesai karena pengerjaan hanya dilakukan saat malam hari.
"Sementara itu pada pagi hingga siang hari diberlakukan open traffic guna memberikan akses dan ruang aktivitas bagi masyarakat yang menggunakan badan jalan," katanya.
Mengenai pemberitaan terkait keluhan warga, Yaasiin memastikan pihaknya telah melakukan sejumlah penanganan sementara.
Baca juga: Warga Bingung Jalan di Penjaringan Tak Diperbaiki Usai Rusak Diduga karena Proyek Galian
Petugas lapangan telah menutup sementara sejumlah titik menggunakan aspal hotmix.
"Kami garis bawahi kembali ini merupakan pekerjaan sementara. Di bulan Agustus akan kami kembalikan kondisi semula selebar badan jalan," ucap dia.
Mengenai adanya celah di manhole jalan tersebut, Yaasiin memastikan perbaikan juga telah dilakukan.
Pihaknya akan terus melakukan pengecekan dan perbaikan selama konstruksi berlangsung agar dampak yang dirasakan masyarakat bisa dikurangi.
"Kami berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan perbaikan selama masa konstruksi berlangsung agar dampak terhadap masyarakat dapat diminimalkan," kata Yaasiin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang