Akhirnya AS Tarik Total Semua Pasukannya dari Negara Arab Ini

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/KARAM AL-MASRI

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasukan Amerika Serikat (AS) dipastikan akan menyelesaikan penarikan total dari Suriah dalam waktu sekitar satu bulan ke depan. Langkah ini menandai berakhirnya kehadiran militer Washington di negara tersebut setelah bertahun-tahun memimpin koalisi antijihadis.

Tiga sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan kepada AFP bahwa pasukan AS telah mulai meninggalkan pangkalan utama mereka di wilayah timur laut Suriah sejak Senin (23/2/2026) waktu setempat.

Penarikan ini dilakukan setelah pasukan Kurdi, yang selama ini menjadi mitra utama Washington dalam memerangi kelompok ISIS, menyerahkan wilayah yang mereka kuasai kepada pemerintah Damaskus dan menyepakati integrasi ke dalam struktur negara Suriah.


Baca: Kamp ISIS Bubar, Intel AS Ungkap 20.000 Orang Berkeliaran di Suriah

Dalam dua pekan terakhir, militer AS juga telah menarik pasukannya dari dua pangkalan lain, yakni Al-Tanf di wilayah tenggara dan Shadadi di timur laut Suriah.

"Dalam waktu satu bulan, mereka akan menarik diri sepenuhnya dari Suriah dan tidak akan ada lagi kehadiran militer di pangkalan-pangkalan tersebut," ujar seorang pejabat pemerintah Suriah kepada AFP.

Sumber Kurdi membenarkan kerangka waktu tersebut. Bahkan, seorang diplomat memperkirakan proses penarikan dapat berlangsung lebih cepat.

"Penarikan ini diperkirakan bisa selesai dalam sekitar 20 hari," kata diplomat tersebut.

Saat ini, AS masih memiliki sekitar 1.000 personel militer yang ditempatkan di Suriah. Pada Senin, pasukan Kurdi mulai mundur dari pangkalan Qasrak di timur laut, yang sebelumnya masih berada di bawah kendali mereka.

Baca: Bukan Ukraina, Putin Ngamuk-Tutup Pintu Damai ke Negara Asia Ini

Seorang pejabat Kurdi yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa proses tersebut dilakukan secara bertahap. Laporan AFP menyebut ada konvoi puluhan truk yang mengangkut kendaraan lapis baja serta bangunan prefabrikasi bergerak dari pangkalan Qasrak di Provinsi Hasakeh menuju perbatasan Irak.

Dalam perkembangan terpisah, pemerintah Suriah dilaporkan terus memperluas kendalinya atas wilayah timur laut negara itu. Washington juga disebut telah menjalin hubungan yang lebih dekat dengan otoritas baru Suriah sejak jatuhnya Bashar al-Assad pada akhir 2024.

 


(luc/luc) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: ISIS Klaim Dalangi Bom Bunuh Diri di Masjid Pakistan

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sambut Ramadan, KJRI Jeddah Gelar Pasar Takjil | KOMPAS SAHUR
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Kepala Finance Ungkap GoTo Belum Pernah Untung di Sidang Nadiem, Jaksa: Catat Ya, GoTo Rugi
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Pembangunan Giant Sea Wall Dipercepat, Butuh Investasi Rp 1.680 Triliun
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Runner Up MasterChef Indonesia Hadirkan Menu Banjar di Iftar Ramadan Yogya
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Dukung Arahan Presiden, Appi Serukan Makassar Jadi Kota ASRI
• 8 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.