Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) optimis mampu membangkitkan pasar hunian vertikal melalui pengembangan rusun subsidi. Proyek perdana rusun subsidi di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini dijadwalkan mulai dibangun di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi.
Menteri PKP, Maruarar Sirait, mengumumkan bahwa proses peletakan batu pertama atau groundbreaking akan dilaksanakan pada awal bulan depan sebagai bentuk percepatan program perumahan.
“Rencana 8 Maret kita akan lakukan groundbreaking di lokasi lahan Meikarta yang akan dibangun rusun subsidi. Ini bagian dari percepatan dan terobosan yang sedang kita lakukan,” ujar pria yang akrab disapa Ara tersebut pada Senin (23/2/2026).
Langkah ini diambil untuk mengejar ketertinggalan suplai hunian vertikal bagi masyarakat. Pemerintah juga menargetkan suplai hunian vertikal baru ini mampu mencapai angka 141.000 unit guna memenuhi kebutuhan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Pembiayaan dan Target UnitData dari Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menunjukkan bahwa realisasi pembiayaan rusun subsidi dalam lima tahun terakhir hanya menyentuh angka 140 unit. Angka yang sangat kecil tersebut menjadi alasan utama bagi kementerian untuk melakukan perubahan skema penyediaan hunian secara drastis.
“Data BP Tapera menunjukkan selama lima tahun ke belakang pembiayaan rusun subsidi hanya 140 unit. Ini sangat kecil. Dengan arahan Presiden Prabowo, kita harus melakukan terobosan. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan Meikarta untuk menjadi rusun subsidi dengan target bisa mencapai 141.000 unit,” tambahnya.
Sebelum konstruksi dimulai, kementerian akan memastikan bahwa spesifikasi unit yang dibangun telah sesuai. Pemerintah akan melaksanakan survei dengan metodologi sampling yang ketat agar produk hunian yang ditawarkan benar-benar sesuai kebutuhan.
Selain fisik bangunan, otoritas terkait juga sangat menekankan pentingnya ketersediaan ekosistem pendukung seperti akses transportasi, sekolah, dan rumah sakit. Pemerintah tidak ingin rusun hanya menjadi tempat tidur, melainkan lingkungan produktif yang terintegrasi dengan berbagai fasilitas publik esensial.
Baca Juga: Bos SMF Ungkap Investasi Rp1 Triliun di Perumahan Bisa Dongkrak PDB Rp1,9 Triliun
Lebih Lanjut, pemanfaatan lahan di Meikarta diharapkan mampu menjadi percontohan bagi penyediaan hunian vertikal subsidi. Keberhasilan proyek ini akan menjadi parameter penting bagi efektivitas kebijakan perumahan nasional dalam mengurangi angka kekurangan rumah (backlog).
"Pemerintah berharap pembangunan rusun subsidi di Meikarta dapat menjadi model penyediaan hunian vertikal terjangkau," pungkas Ara.





