JAKARTA, KOMPAS.TV- Center of Economic and Law Studies (Celios) menyatakan, generasi Z atau Gen Z menghadapi beban ganda saat memasuki pasar kerja.
Selain durasi pencarian kerja yang panjang, biaya yang harus dikeluarkan juga sangat besar, terutama di sejumlah wilayah luar Jawa.
Pernyataan itu berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2025 yang diolah Celios.
Peneliti Celios Mohammad Bakhrul Fikri mengatakan, dari hasil pengolaha data Sakernas Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Papua menjadi provinsi dengan kebutuhan biaya tertinggi untuk mendapatkan pekerjaan, yakni Rp155,3 juta dengan durasi pencarian kerja mencapai 35 bulan.
Di Maluku, Gen Z membutuhkan Rp80,5 juta dan rata-rata 26 bulan untuk memperoleh pekerjaan.
Baca Juga: BPS Catat Ada 7,35 Juta Pengangguran di Indonesia per November 2025
Sementara di Kalimantan Utara dan Papua Barat Daya, durasi pencarian kerja mencapai 21 bulan dengan kebutuhan biaya masing-masing Rp78,4 juta dan Rp81,8 juta.
Ia menilai kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan struktur ekonomi regional yang serius.
“Ada hambatan struktural serius untuk mengakses dunia kerja pada wilayah tertentu,” kata Fikri dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2).
Menurutnya, friksi pasar kerja yang dihadapi Gen Z tidak hanya bersifat temporal atau lamanya mencari kerja, tetapi juga finansial dan spasial.
Menariknya, kata Fikri, tingginya biaya tidak selalu berkorelasi linear dengan lamanya mencari kerja. Di Papua Tengah, misalnya, kebutuhan biaya mencapai Rp61,9 juta dengan durasi 13 bulan.
Baca Juga: BPS Sebut Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Capai 23,36 Juta Orang, Terbanyak Ada di Pulau Jawa
Sementara di DKI Jakarta, biaya mencapai Rp39,8 juta dengan durasi relatif lebih singkat, yakni 8 bulan.
“Ada indikasi komponen biaya tetap seperti mobilitas geografis, akses jaringan kerja, atau biaya hidup selama masa pencarian atau ketika menganggur,” jelasnya.
Di Pulau Jawa, seperti Jawa Tengah (Rp20,7 juta; 8 bulan), Jawa Timur (Rp22,7 juta; 8 bulan), dan DI Yogyakarta (Rp17,2 juta; 6 bulan), durasi dan biaya relatif lebih moderat. Namun, angka tersebut tetap menunjukkan mahalnya proses masuk kerja.
“Besarnya biaya menandakan bahkan di pusat ekonomi, proses masuk kerja bagi Gen Z memerlukan investasi finansial yang mahal,” ungkapnya.
Fikri juga menyoroti pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen yang dinilai belum mampu menghasilkan employment elasticity tinggi.
Pasalnya, model ekonomi Indonesia masih ekstraktif. Dimana wilayah kaya sumber daya justru membutuhkan biaya masuk kerja yang tinggi sedangkan pekerjaan formal terbatas.
Baca Juga: Purbaya: Impor Pikap Kopdes Dibiayai Himbara, Cicilannya Rp40 Triliun per Tahun dari Dana Desa
Celios pun merekomendasikan agar kebijakan industrialisasi lebih berorientasi pada penciptaan lapangan kerja yang luas dan berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah diminta menghentikan insentif bagi sektor ekstraktif dan merealokasikan anggaran ke sektor pendidikan, kesehatan, serta penciptaan kerja.
Celios juga mendorong adanya subsidi relokasi kerja dan perumahan pekerja serta reformasi pasar tenaga kerja nasional guna mengurangi beban finansial dan spasial yang ditanggung generasi muda.
Berikut data kebutuhan biaya dan durasi mencari kerja bagi Gen Z berdasarkan Sakernas BPS yang diolah Celios:
1. Papua
- Kebutuhan biaya sampai dapat kerja: 155,3 juta rupiah
- Durasi mencari kerja sampai dapat kerja: 35 bulan
2. Maluku
- Kebutuhan biaya sampai dapat kerja: 80,5 juta rupiah
- Durasi mencari kerja sampai dapat kerja: 26 bulan
3. Kalimantan Utara
- Kebutuhan biaya sampai dapat kerja: 78,4 juta rupiah
- Durasi mencari kerja sampai dapat kerja: 21 bulan
Baca Juga: BPS: Rata-Rata Upah Buruh RI Rp3,33 Juta, Sektor Informatika Tertinggi
4. Papua Barat Daya
- Kebutuhan biaya sampai dapat kerja: 81,8 juta rupiah
- Durasi mencari kerja sampai dapat kerja: 21 bulan
5. Papua Barat
- Kebutuhan biaya sampai dapat kerja: 70,8 juta rupiah
- Durasi mencari kerja sampai dapat kerja 19 bulan
6. Sulawesi Barat
- Kebutuhan biaya sampai dapat kerja: 50,5 juta rupiah
- Durasi mencari kerja sampai dapat kerja 19 bulan
7. Kalimantan Tengah
- Kebutuhan biaya sampai dapat kerja: 63,7 juta rupiah
- Durasi mencari kerja sampai dapat kerja: 18 bulan
8. Nusa Tenggara Timur
- Kebutuhan biaya sampai dapat kerja: 48,6 juta rupiah
- Durasi mencari kerja sampai dapat kerja: 18 bulan
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- beban gen z cari kerja
- survei sakernas bps
- riset celios
- biaya cari kerja gen z
- survei tenaga kerja bps
- data tenaga kerja bps




