TABLOIDBINTANG.COM - Inter Milan berada di ujung tanduk. Tertinggal agregat 1-3 dari Bodo/Glimt, raksasa Italia itu wajib tampil sempurna saat leg kedua playoff Liga Champions digelar di Stadion San Siro, Rabu (25/3) dini hari WIB.
Kekalahan di Aspmyra pekan lalu jadi tamparan keras bagi Nerazzurri. Bermain di atas lapangan sintetis dengan suhu di bawah nol derajat, Inter tak mampu mengimbangi permainan cair tuan rumah.
Gol Sondre Fet lewat skema 16 umpan membuka luka, sebelum Jens Petter Hauge dan Kasper Hogh memastikan kemenangan 3-1 untuk wakil Norwegia.
Kini, pasukan asuhan Cristian Chivu butuh kemenangan minimal dua gol untuk memaksakan perpanjangan waktu — dan tiga gol tanpa balas untuk lolos langsung ke 16 besar. Sebuah misi yang tak mudah.
Inter Milan: Superior di Italia, Tertekan di Eropa
Secara mental, Inter sebenarnya sedang dalam tren positif. Mereka menyapu bersih tujuh laga terakhir di Serie A, termasuk kemenangan 2-0 atas Lecce akhir pekan lalu lewat gol Henrikh Mkhitaryan dan Manuel Akanji.
Namun, rekor comeback di Liga Champions tak terlalu berpihak pada mereka. Dari 52 laga fase gugur, Inter hanya enam kali menang dengan selisih dua gol, dan belum pernah membalikkan defisit tiga gol di fase knock-out modern.
Lebih berat lagi, kapten sekaligus mesin gol mereka, Lautaro Martinez harus menepi akibat cedera betis. Top skor Serie A musim lalu itu sudah mengoleksi 25 gol sepanjang kariernya di Liga Champions, kehilangan besar bagi tuan rumah.
Harapan kini bertumpu pada duet Marcus Thuram dan Francesco Pio Esposito, dengan dukungan lini tengah kreatif seperti Nicolo Barella dan Hakan Calhanoglu yang kembali tersedia.
Bodo/Glimt: Kuda Hitam yang Tak Mau Berhenti
Di sisi lain, FK Bodo/Glimt datang tanpa beban. Klub paling utara yang pernah tampil di Liga Champions ini sudah mencetak sejarah.
Setelah menumbangkan Inter 3-1, mereka resmi mencatat tiga kemenangan beruntun di kompetisi elite Eropa, sebuah rekor bagi klub Norwegia.
Sebelumnya, mereka juga sempat mengejutkan Manchester City dan Atletico Madrid di fase liga.
Pelatih Kjetil Knutsen sukses mengubah Glimt menjadi kekuatan baru Eropa sejak ditunjuk pada 2018, mempersembahkan empat gelar domestik dan sederet kemenangan sensasional atas Celtic, Porto, Lazio hingga Roma.
Kasper Hogh tengah on fire dengan empat gol dalam tiga laga terakhir Liga Champions, sementara Jens Petter Hauge — eks AC Milan — sudah mengoleksi lima gol musim ini.
Prediksi Skor
San Siro akan menjadi lautan biru-hitam yang penuh tekanan. Inter punya kualitas dan pengalaman, tapi kehilangan Lautaro Martinez jelas memengaruhi daya gedor mereka.
Bodo/Glimt terbukti disiplin, efektif, dan tak gentar menghadapi tim besar. Jika Inter terlalu agresif sejak awal, celah serangan balik bisa menjadi senjata mematikan bagi wakil Norwegia.
Prediksi: Inter Milan 2-1 Bodo/Glimt (Agregat 3-4, Bodo/Glimt lolos).
Akankah Inter menciptakan keajaiban, atau justru Bodo/Glimt menulis sejarah baru di San Siro?

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5511292/original/048184700_1771904794-1600.jpg)


