jpnn.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut asal-usul uang serta sosok yang akan menerimanya dari rumah aman atau safe house, terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi tentang importasi barang tiruan atau KW di lingkungan DJBC Kemenkeu.
KPK sebelumnya menemukan uang miliaran saat menggeledah beberapa rumah aman terkait kasus tersebut.
BACA JUGA: 3 Polisi di Donggala Ini Dipecat, Pernyataan Kompol Sulardi, Tegas!
Salah satunya adalah temuan uang tunai sekitar Rp 5 miliar dalam lima koper dari rumah aman di wilayah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.
"Termasuk temuan kemarin dari penggeledahan yang penyidik lakukan, itu juga tentunya akan didalami asal-usulnya dan peruntukannya untuk siapa saja," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
BACA JUGA: Eks Pegawai KPK Tak Lulus TWK Menang Gugatan di KI, Begini Respons Budi
Oleh sebab itu, Budi mengatakan KPK memastikan akan terus menelusuri aliran uang kasus tersebut.
"Apakah masih ada pihak-pihak lain yang diduga menikmati aliran uang terkait dengan perkara ini," ucapnya.
BACA JUGA: Konon Inilah Foto Bandar Narkoba Penyuap AKBP Didik Putra Kuncoro
Sebelumnya, pada 4 Februari 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
Pada tanggal yang sama, KPK mengungkapkan salah satu orang yang ditangkap dalam OTT adalah Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat Rizal.
Pada 5 Februari 2026, KPK mengumumkan enam dari 17 orang yang ditangkap kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait impor barang KW di lingkungan DJBC.
Mereka adalah Rizal (RZL) selaku Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024-Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan DJBC Sisprian Subiaksono (SIS), dan Kepala Seksi Intelijen DJBC Orlando Hamonangan (ORL).
Berikutnya pemilik Blueray Cargo John Field (JF), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Blueray Cargo Andri (AND), serta Manajer Operasional Blueray Cargo Dedy Kurniawan (DK).(ant/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




