Bank Indonesia (BI) meluncurkan program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sejumlah lembaga keuangan lainnya.
Deputi Gubernur BI Dicky Kartikoyono menjelaskan, PIDI dirancang untuk mengakselerasi berbagai solusi digital yang siap diterapkan di industri. Program ini juga untuk memperluas inklusi keuangan, dan memberi nilai tambah nyata bagi perekonomian nasional.
Menurut Dicky inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mengakselerasi transformasi Ekonomi dan Keuangan Digital (EKD) melalui pengembangan talenta digital nasional yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global. Ia mengatakan inovasi itu adalah satu hal yang mutlak, tapi orkestrasi dari inovasi ini sangat diperlukan.
"Itulah yang latar belakangnya berdirinya PIDI, Pusat Inovasi Digital Indonesia,” kata dia, Senin (23/2).
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan transformasi digital tidak hanya membutuhkan kemajuan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia yang mampu mengubah ide menjadi solusi nyata.
“Melalui PIDI, Bank Indonesia membangun ekosistem agar inovasi talenta muda mampu menjawab kebutuhan industri digital yang semakin kompleks, memperkuat stabilitas sistem keuangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif," katanya.
Dia menjelaskan PIDI akan mempertemukan talenta, regulator, industri, dan investor dalam satu ekosistem kolaboratif. Para peserta terpilih akan berkesempatan untuk bertemu dengan investor melalui acara Business Matching yang dilakukan pada tahap akhir.
BI juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp 1,4 miliar. Pada 2026, BI menargetkan setidaknya 3.000 peserta. Target tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang melibatkan 2.700 partisipan dan menghasilkan 743 proposal inovasi.
PIDI diwujudkan dalam program Digdaya dan Hackathon. Digdaya (Digital Talenta Berdaya dan Berkarya) merupakan jalur penguatan kapasitas melalui pelatihan terstruktur dan sertifikasi berjenjang untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme talenta digital muda.
Sementara itu, Hackathon berperan sebagai laboratorium inovasi nasional, ruang kolaborasi untuk menguji gagasan, membangun prototipe, dan memvalidasi solusi berbasis kebutuhan riil industri.
Melalui Digdaya dan Hackathon, peserta akan berkompetisi, mendapatkan pelatihan, sertifikasi, mentoring profesional, hingga business matching dengan industri dan job fair.
Pendaftaran resmi Digdaya x Hackathon 2026 yang akan berlangsung selama periode 23 Februari hingga 27 Maret 2026. Tim yang dinyatakan lolos seleksi tahap awal akan mengikuti program pelatihan yang mencakup pendalaman berbasis kebutuhan riil industri untuk mematangkan ide inovasinya.
Pada tahap berikutnya, tim yang terpilih akan memvisualisasikan ide inovasinya dalam bentuk video proof of concept. Selanjutnya, tim dengan ide terbaik akan mengembangkan prototipe yang didampingi mentor dan dipertemukan dengan industri dan investor sebagai off-taker agar solusi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara nyata dan scalable.




