Tito Perkuat Koordinasi Percepatan Penanganan Pascabencana Sumatera

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Muhammad Tito Karnavian terus memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait guna mempercepat penanganan pascabencana. Ikhtiar ini dilakukan untuk memastikan setiap pihak bergerak menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing.

Semangat tersebut tergambar dalam Rapat Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) yang digelar di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Jakarta.

Rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI (Menko PMK) Pratikno tersebut juga diikuti oleh kementerian dan lembaga terkait.

Salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut yakni upaya memastikan kebutuhan masyarakat yang tinggal di hunian sementara (huntara) dapat terpenuhi, baik huntara yang dibangun oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana RI (BNPB), Danantara, maupun Kementerian Pekerjaan Umum RI (PU).

"Yang di huntara ini, mereka waktu itu, mereka akan diberikan, dibuatkan dapur umum, dan makan mereka ditanggung," kata Tito, dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2/2026).

Baca juga: Kemendagri Tegaskan Pemekaran Luwu Raya Terhalang Moratorium DOB

Tito menjelaskan huntara merupakan bantuan bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat diterjang banjir. Masyarakat tersebut tinggal di huntara sembari menunggu hunian tetap (huntap) selesai dibangun.

Selain menempati huntara, masyarakat juga dapat memilih tinggal di rumah saudara atau menyewa hunian dengan kompensasi berupa Dana Tunggu Hunian (DTH).

Tito menambahkan berbagai skema bantuan telah disiapkan pemerintah bagi masyarakat terdampak banjir di wilayah Sumatera. Skema bantuan tersebut antara lain didasarkan pada tingkat kerusakan rumah.

Tito merinci bantuan tersebut meliputi Rp 15 juta untuk perbaikan rumah rusak ringan, Rp 30 juta untuk rumah rusak sedang, dan Rp 60 juta untuk rumah rusak berat atau hilang.

Khusus untuk rumah rusak berat atau hilang, bantuan sebesar Rp60 juta akan disalurkan melalui pembangunan rumah oleh pemerintah, baik di lokasi semula maupun di lahan relokasi.

Baca juga: Harga Bahan Pokok Naik, Sekjen Kemendagri Minta TPID Turun ke Pasar

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan bantuan perabotan serta stimulan ekonomi bagi masyarakat terdampak. Tito menyarankan agar bantuan tersebut tidak hanya diberikan kepada masyarakat yang rumahnya rusak berat, tetapi juga kepada yang mengalami kerusakan sedang.

"Nah, yang rusak ringan tinggal nanti, apakah diskresi dari setiap Pemda untuk melihat kondisi [masyarakatnya] perlu dibantu enggak uang perabotan dan uang [stimulan] ekonominya," ujar Tito.

Tak hanya menyoal penyaluran bantuan, forum tersebut juga membahas penanganan puing-puing kayu sisa banjir yang masih terdapat di beberapa daerah terdampak.

Tito mengaku telah berdiskusi dengan Menteri Kehutanan RI (Menhut) Raja Juli Antoni terkait kebijakan penanganan tersebut.

Selain Pratikno, forum ini dihadiri oleh Menteri Sosial RI (Mensos) Saifullah Yusuf, Wamenhut Rohmat Marzuki, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Badan Pusat Statistik RI (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Gubernur (Wagub) Aceh Fadhlullah, serta pejabat terkait lainnya.




(akd/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kolaborasi Pemuda KAMMI dan Kementan Perkuat Swasembada Pangan Nasional
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Mudik Gratis BUMN 2026: BTN Sediakan 3.500 Kuota, Pendaftaran Dibuka Besok
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Permudah Impor Lewat MRA, Pemerintah Yakin Produk Lokal Tetap Kompetitif
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Helikopter Militer Iran Jatuh di Isfahan
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Gerombolan Pemotor yang Bikin Konten Terobos JLNT Casablanca Ditangkap
• 22 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.