KSPN Pertanyakan Urgensi Agrinas Pakai Mobil Pikap 4x4 Angkut Hasil Bumi

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) mempertanyakan urgensi penggunaan mobil pikap berpenggerak 4x4, dalam program operasional Koperasi Desa Merah Putih yang dijalankan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.

Organisasi buruh tersebut menilai rencana impor 105 ribu unit pikap dari India tidak memiliki dasar yang kuat, baik dari sisi kebutuhan lapangan maupun kepentingan industri nasional.

KSPN menilai alasan yang disampaikan Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota terkait ketidakmampuan industri otomotif dalam negeri memproduksi kendaraan yang dibutuhkan tidak sesuai dengan fakta.

Dengan kata lain, kapasitas produksi pabrikan nasional saat ini masih sangat besar dan mampu memenuhi kebutuhan kendaraan operasional dalam jumlah besar.

“Industri otomotif dalam negeri mampu memproduksi sekitar 1 juta unit kendaraan dalam setahun. Artinya industri otomotif dalam negeri mampu memproduksinya,” tulis Presiden KSPN, Ristadi dalam siaran resmi yang diterima kumparan, Selasa (24/2).

Dirinya juga menyoroti kondisi industri otomotif nasional yang tengah menghadapi perlambatan permintaan. Situasi tersebut berdampak pada pengurangan jam kerja hingga pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah pabrik. Oleh karena itu, rencana impor dinilai berpotensi memperburuk kondisi tenaga kerja dalam negeri.

Menyoal operasional, KSPN mempertanyakan relevansi pemilihan pikap 4x4 untuk kebutuhan distribusi di wilayah pedesaan. Menurut mereka, selama ini mayoritas distribusi hasil pertanian telah berjalan dengan menggunakan kendaraan pikap 4x2 produksi lokal tanpa kendala berarti.

“Apakah selama ini hasil pertanian tidak terangkut karena tidak ada pikap 4x4?” lanjutnya.

Lebih lanjut jika memang terdapat wilayah dengan kondisi medan ekstrem, maka kebutuhan kendaraan 4x4 seharusnya dipetakan secara spesifik, bukan digeneralisasi untuk seluruh daerah. Pendekatan tersebut dinilai lebih rasional dibandingkan pengadaan massal kendaraan berpenggerak empat roda.

Dari sisi biaya, KSPN juga mempertanyakan klaim efisiensi anggaran hingga Rp 43 triliun yang disebut-sebut menjadi dasar impor kendaraan dari India. Menurut mereka, belum ada pembanding yang jelas dengan produk dalam negeri, mengingat sebagian besar pikap lokal saat ini merupakan tipe 4x2 dengan harga yang jauh lebih terjangkau.

KSPN menyebut harga pikap 4x4 impor dari India berada di kisaran Rp 290 juta hingga Rp 400 juta per unit. Sementara itu, pikap produksi dalam negeri seperti Suzuki Carry atau Daihatsu Gran Max berada di rentang Rp 170 juta hingga Rp 190 juta per unit.

“Jadi lebih efisien mana dengan alat angkut yang selama ini sudah berjalan?” tuntasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Larang Pembangunan Lapangan Padel Baru di Area Perumahan
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Hujan Lebat Picu Banjir dan Longsor di Brasil, 20 Orang Tewas
• 25 menit laludetik.com
thumb
KPK Soroti Potensi Korupsi di Sektor Bisnis RI Usai Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
Singgung Pengakuan Hasto, Ferdinand Hutahean Minta Jokowi Tak Cuci Tangan di Revisi UU KPK
• 2 jam laluokezone.com
thumb
Meksiko sebut kartel tewaskan 24 personel garda Nasional
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.