Astra Otoparts (AUTO) Cetak Laba Bersih Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025, Naik 8,43%

bisnis.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten komponen otomotif Grup Astra, PT Astra Otoparts Tbk. (AUTO) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 8,43% secara tahunan menjadi Rp2,2 triliun sepanjang 2025. 

Berdasarkan laporan keuangan per akhir Desember 2025, kenaikan laba sejalan dengan pertumbuhan pendapatan bersih AUTO yang mencapai Rp19,90 triliun atau tumbuh 4,37% year on year (YoY) dari posisi Rp19,07 triliun pada 2024.

Pendapatan Astra Otoparts mayoritas dikontribusikan oleh segmen manufaktur komponen otomotif yang meraih Rp11,76 triliun sepanjang 2025. Posisi itu disusul segmen perdagangan yang mencatat pendapatan Rp9,78 triliun. Seluruh pendapatan kemudian dikurangi biaya eliminasi sebesar Rp1,64 triliun.  

Sementara itu, perseroan mencatat beban pokok hanya naik 3,33% YoY menjadi Rp16,54 triliun. Alhasil, laba kotor AUTO tumbuh sebesar 9,80% menjadi Rp3,36 triliun dibandingkan posisi 2024 yang senilai Rp3,06 triliun.

Setelah memperhitungkan pendapatan dan beban lainnya, AUTO membukukan laba yang diatribusikan kepada entitas induk atau laba bersih Rp2,2 triliun pada 2025 atau naik dari capaian 2024 yang tercatat sebesar Rp2,03 triliun.

Baca Juga : Emiten Gudang Grup Astra MMLP Cetak Laba Bersih Rp63,2 Miliar pada 2025

Seiring kenaikan laba bersih, laba per saham atau earnings per share (EPS) AUTO juga tumbuh menjadi Rp457 per saham dari sebelumnya Rp422.

Dari sisi neraca keuangan, perseroan melaporkan posisi kas dan setara kas melesat sebesar 25,38% YoY menjadi Rp4,53 triliun pada akhir Desember 2025. 

Di sisi lain, total aset perseroan tumbuh 7,54% menjadi Rp22,61 triliun, didukung oleh penguatan ekuitas yang naik 8,83% menjadi Rp16,96 triliun. Adapun liabilitas terkendali dengan kenaikan tipis 3,84% menjadi Rp5,65 triliun.

 

Strategi AUTO 2026

Memasuki tahun 2026, AUTO bersiap mempercepat strategi diversifikasi bisnis, antara lain ke sektor alat kesehatan dan berat guna memperkuat operasional di tengah kelesuan industri otomotif Tanah Air sepanjang tahun lalu. 

Lesunya industri otomotif tecermin dari data penjualan wholesales yang menunjukkan total pasar mobil domestik mencapai 803.691 unit pada 2025. Jumlah ini turun 7,1% dibandingkan capaian 2024 yakni 865.362 unit. 

Direktur Keuangan Astra Otoparts, Sophie Handili, menyatakan bahwa tahun 2026 tetap menjadi periode yang penuh tantangan bagi perseroan. Hal ini mengingat tren kelesuan industri otomotif sejak tahun lalu masih berlanjut. 

Namun, AUTO optimistis mampu meraih pertumbuhan dengan mengandalkan penguatan fundamental bisnis dan diversifikasi sumber pendapatan baru.

“Kami melihat adanya berbagai peluang melalui penguatan fundamental bisnis dan diversifikasi sumber pendapatan. Oleh sebab itu, perseroan tetap menargetkan pertumbuhan kinerja dengan fokus pada ekspansi pasar dan peningkatan efisiensi,” ujar Sophie kepada Bisnis, Rabu (21/1/2026).

Baca Juga : Astra Agro Lestari (AALI) Raup Laba Bersih Rp1,47 Triliun sepanjang 2025

Dalam upaya mendongkrak pendapatan pada tahun ini, entitas anak PT Astra International Tbk. (ASII) ini akan mempertahankan sejumlah strategi utama. 

Perseroan berencana menambah varian produk baru, serta memperluas jaringan distribusi dengan menambah jumlah outlet. AUTO juga melakukan inisiatif ekspansi guna memperluas jangkauan pasar ekspor komponennya.

“Kami juga akan mempercepat diversifikasi bisnis ke segmen nonotomotif, seperti medical devices, komponen alat berat dan pertambangan, serta sektor industri lainnya, sebagai bagian strategi di luar bisnis otomotif,” ucap Sophie.

Dari sisi internal, Astra Otoparts fokus pada peningkatan produktivitas melalui program pengurangan biaya dan otomasi pada proses produksi. Digitalisasi operasional turut ditingkatkan untuk memastikan struktur biaya tetap kompetitif di tengah fluktuasi harga bahan baku dan permintaan pasar. 

Dengan kombinasi strategi pertumbuhan dan efisiensi, AUTO menargetkan pertumbuhan kinerja yang lebih resilien dan berkelanjutan sepanjang 2026.

“Fokus utama adalah menjaga struktur biaya yang kompetitif dan meningkatkan produktivitas agar kinerja keuangan perseroan tetap terjaga di tengah kondisi pasar yang menantang,” pungkas Sophie. 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aksi di Depan Markas Polda DIY Berujung Ricuh
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Sidang Perintangan Penyidikan, Pledoi Tian Bahtiar Soroti Ancaman Kebebasan Pers
• 11 jam laluliputan6.com
thumb
Warning SBY: Ambisi AS hingga Potensi Perang Dunia Ketiga
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Khawatir Serangan AS, Korsel dan India Desak Warganya Tinggalkan Iran
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Mayat Wanita Tangan Terikat-Mulut Tersumpal di Malang Pelajar Asal Nganjuk
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.