Dalam ajaran Islam, ibu hamil termasuk golongan yang diperbolehkan tidak berpuasa pada bulan suci Ramadan. Namun demikian, apabila kondisi kesehatan memungkinkan dan telah mendapat persetujuan dokter, ibu hamil tetap dapat menjalankan ibadah puasa.
Bagi ibu hamil yang memutuskan tetap berpuasa, perhatian terhadap asupan gizi menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Pemilihan makanan saat berbuka perlu dilakukan secara cermat, bukan sekadar untuk menghilangkan rasa lapar dan dahaga setelah seharian menahan diri. Langkah ini penting guna memastikan kondisi ibu tetap prima serta mendukung tumbuh kembang janin di dalam kandungan.
Berikut sejumlah panduan berbuka puasa yang dapat menjadi acuan bagi ibu hamil agar kesehatan tetap terjaga.
Panduan Buka Puasa untuk Ibu HamilHindari Makan Gorengan
Ibu hamil tidak dianjurkan langsung berbuka dengan makanan yang digoreng dan tinggi minyak, seperti tahu, bakwan, atau tempe goreng. Kandungan lemak yang tinggi pada gorengan berisiko menimbulkan rasa begah pada lambung setelah seharian kosong.
Kondisi tersebut dapat membuat lambung bekerja lebih berat dalam mencerna makanan, sehingga memicu rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan.
2. Berbuka dengan Makanan Manis Alami
Mengonsumsi makanan manis alami saat berbuka puasa dianjurkan untuk membantu mengembalikan kadar gula darah yang menurun setelah seharian berpuasa, seperti kurma, pisang, dan berbagai buah-buahan lain.
Bisa juga makan makanan manis olahan seperti kolak pisang atau bubur biji salak, namun dengan jumlah yang tidak terlalu banyak. Sebab asupan gula berlebihan berisiko meningkatkan berat badan secara signifikan dan dapat memicu obesitas pada ibu hamil.
Selain itu, ibu hamil sebaiknya menghindari makanan atau minuman manis yang disajikan dengan es. Suhu dingin dapat memicu rasa tidak nyaman pada lambung dan berpotensi meningkatkan produksi asam lambung, sehingga menyebabkan perut kembung.
3. Cukupi Kebutuhan Cairan
Selama menjalankan puasa, ibu hamil tetap harus memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi guna mencegah dehidrasi. Kecukupan cairan berperan penting dalam menjaga keseimbangan fungsi tubuh, termasuk sistem metabolisme.
Sejumlah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism menunjukkan, bahwa konsumsi air putih dapat meningkatkan laju metabolisme hingga sekitar 30 persen. Metabolisme tersebut berfungsi mengolah nutrisi dari makanan menjadi energi yang dibutuhkan tubuh.
Oleh karena itu, mencukupi asupan air putih saat berbuka puasa menjadi langkah penting untuk menggantikan cairan yang hilang selama berpuasa sekaligus menjaga kondisi ibu dan janin tetap optimal.
4. Tunda Makan Berat
Ibu hamil disarankan tidak langsung mengonsumsi makanan berat saat berbuka. Beri jeda terlebih dahulu, misalnya dengan menunaikan salat Magrib, agar sistem pencernaan memiliki waktu beradaptasi setelah seharian tidak menerima asupan.
Setelah itu, konsumsilah makanan secara bertahap dengan porsi kecil tetapi lebih sering. Pola makan ini dapat membantu mencegah lonjakan asam lambung yang kerap terjadi selama kehamilan sekaligus menjaga kenyamanan saluran cerna.
5. Jangan Kekenyangan
Konsumsi makanan secara berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah secara tiba-tiba. Selain itu, rasa terlalu kenyang juga berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan pada lambung.
Moms, jika muncul keluhan seperti lelah berlebihan, pusing, mual dan muntah, hingga keringat berlebih atau keringat dingin yang mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya tidak memaksakan diri untuk melanjutkan puasa, ya!





