Cerita Petugas SPBU yang Dianiaya Oknum Diduga Aparat: Mau Melerai Malah Dipukul

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Insiden penganiayaan dialami oleh petugas SPBU Cipinang, Jakarta Timur, pada Minggu (22/2) malam, oleh pelaku yang menyebut dirinya sebagai oknum aparat.

Salah satu korban, Abud, menceritakan detik-detik dirinya menjadi sasaran amukan seorang konsumen meski saat itu ia sudah selesai bertugas (off shift).

Abud mengaku tidak mengetahui awal mula keributan secara detail. Kehadirannya di lokasi kejadian murni karena ingin menghampiri rekannya yang sedang bertugas.

"Awalnya saya mau ngasih es ke Lukman (rekan kerja yang juga jadi korban pemukulan). Nah, eh terus Lukman pada ke situ kan. Terus saya pas di situ rame gitu ‘ada apa’ gitu. Agak kepo juga tuh. Nyamperin ke situ, terus saya berdiri di belakang Anam," ujar Abud saat ditemui kumparan di SPBU Cipinang, Selasa (24/2).

Situasi memanas ketika pengawas SPBU bernama Anam mencoba memberikan penjelasan kepada konsumen tersebut. Namun, konsumen yang emosi justru melayangkan pukulan. Abud yang berada di posisi dekat Anam pun tak luput dari serangan.

"Belakang Anam, terus Anam digampar. Kita pada refleks tuh semuanya kan, pada udah pada mau ngelerai gitu. Tapi dia (pelaku) gak tahu kenapa malah nyasarnya ke saya gitu. Habis ke Anam, ke saya gitu," tuturnya.

Akibat serangan mendadak tersebut, Abud mengalami luka di bagian wajah. "Dipukul di muka, dipukul pakai kepalan tangan. Di mata bagian kiri," tambah Abud.

Ia menegaskan, dirinya tidak terlibat dalam perdebatan awal terkait pengisian BBM, namun nasib nahas justru menimpanya.

“Iya, saya gak dari awal, itu makanya pas saya datang juga udah rame sebenernya. Jadi saya gak begitu tahu jelas gitu detailnya," jelasnya.

Atas kejadian ini, Abud bersama dua korban lainnya, yakni Anam dan Lukman, telah menempuh jalur hukum dengan melapor ke Polsek Pulogadung pada Senin (23/2).

"Akhirnya ikut lapor. Kita visum, bareng kan semua. Kemarin iya, bareng. Senin," pungkas Abud.

Berdasarkan keterangan Hendra selaku Pengawas SPBU, keributan ini dipicu oleh masalah prosedur barcode BBM subsidi. Kejadian bermula sekitar pukul 22.22 WIB saat sebuah mobil hendak mengisi Pertalite.

"Ketika di-scan subsidi itu, barcode-nya itu, memang pelat nomornya sesuai. Tapi foto di data barcode-nya itu tidak sesuai. Jadi mobil lain lah," ungkap Hendra sebelumnya.

Sesuai aturan pemerintah dan Pertamina, petugas menolak pengisian karena data kendaraan berbeda dengan fisik mobil yang datang.

Hal inilah yang membuat pelaku tidak puas hingga melakukan penganiayaan terhadap tiga orang petugas SPBU.

Pelaku yang diduga sempat membawa-bawa nama instansi petugas tersebut dilaporkan mengejar korban lainnya, Lukman, hingga berkeliling area pom bensin sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

kumparan telah menghubungi Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Alfian Nurrizal, dan Kapolsek Pulogadung, Kompol Suroto, untuk mengkonfirmasi kejadian ini. Namun belum mendapat jawaban.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Tak Hadir, Sidang Praperadilan Eks Menag Yaqut Ditunda sampai Pekan Depan
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Kenneth Geram Lihat Macet di Lokasi Proyek Flyover Latumenten, Minta Dishub Turun Tangan
• 21 jam laludisway.id
thumb
Polisi Tangkap Pria yang Ngaku Aparat dan Aniaya Petugas SPBU di Cipinang
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Imbauan WFA Lebaran Pemerintah Dinilai Setengah Hati, DPR Minta THR Dibayar H-14
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Dalami Kasus Sudewo dari Keterangan Anggota DPR sampai Plt Bupati Pati
• 4 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.