FAJAR, MAKASSAR –Mengingat faktor curah hujan yang tinggi, DBMBK Sulsel saat ini memprioritaskan pembangunan sistem drainase sebelum melakukan pengaspalan pada ruas Jalan Hertasning–Aroepala
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulawesi Selatan, Andi Ihsan, memberikan penegasan terkait kelanjutan perbaikan ruas Jalan Hertasning–Aroepala yang saat ini masih dalam kondisi rusak dan berpaving.
Ia menyatakan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari Multiyears Project yang pengerjaannya tetap berjalan sesuai dengan perencanaan dan jadwal kerja tahun anggaran yang telah ditetapkan.
Menurut Andi Ihsan, seluruh tahapan pekerjaan telah disusun secara sistematis berdasarkan perencanaan teknis yang matang. “Artinya tahun ini akan kita kerjakan sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan. Desain dan perencanaan teknisnya sudah ada, dan itu yang akan kita bangun,” jelasnya.
Ihsan mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi pertimbangan utama mengapa pengaspalan belum dilakukan secara masif di lapangan. Curah hujan yang tinggi dinilai tidak memungkinkan untuk melakukan pengaspalan dengan hasil yang optimal. Pihaknya menekankan pentingnya kualitas agar pekerjaan tidak dilakukan tergesa-gesa namun hasilnya mengecewakan.
Selain cuaca, DBMBK saat ini tengah memprioritaskan pembangunan drainase terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap pengaspalan. Langkah teknis ini diambil untuk menjamin infrastruktur jalan dapat bertahan lama dan tidak cepat rusak kembali akibat sistem pembuangan air yang tidak memadai. “Kalau diaspal dulu sementara drainase belum ada atau belum optimal, maka kualitas aspal bisa cepat rusak kembali,” terangnya.
Dia juga memastikan bahwa seluruh rangkaian pekerjaan pada ruas jalan tersebut akan diselesaikan pada tahun ini sesuai dengan target yang ada dalam jadwal (schedule). Ia pun meminta masyarakat untuk memahami prosedur serta tahapan teknis yang sedang berjalan demi mendapatkan hasil perbaikan jalan yang maksimal, kuat, dan aman bagi pengguna jalan.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui DBMBK berkomitmen agar setiap pembangunan infrastruktur dilakukan dengan standar teknis yang benar untuk keberlanjutan jangka panjang. (*)





