JAKARTA, KOMPAS.com – Polisi masih memburu lebih dari 20 pemotor yang diduga menerobos dan membuka akses Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca, Jakarta Selatan, demi membuat konten pada malam hari saat jalan tersebut dalam kondisi ditutup.
Aksi tersebut viral di media sosial setelah terekam video yang menunjukkan sekelompok pemuda membakar tali pengait portal menggunakan pemantik api, lalu masuk ke jalan layang secara beramai-ramai.
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani mengatakan, hingga kini penyelidikan masih berlangsung dan polisi terus mengidentifikasi para pelaku melalui rekaman video yang beredar.
Baca juga: Gerombolan Pemotor yang Bikin Konten Terobos JLNT Casablanca Ditangkap
“Masih dalam penyelidikan, masih kami kumpulkan (juga) beberapa kendaraan yang belum dihadirkan,” kata Ojo kepada wartawan, Selasa (24/2/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran sementara, jumlah pemotor yang terlibat diperkirakan lebih dari 20 orang.
Menurut Ojo, para pemotor tersebut diduga tergabung dalam komunitas motor anak muda bernama Young Night Style yang gemar membuat konten otomotif di malam hari.
“(Mereka) komunitas yang suka (bikin) konten, hobi nongkrong, bukan gank, komunitas namanya Young Night Style,” tutur dia.
Ia menambahkan, kendaraan yang digunakan para anggota komunitas itu telah dimodifikasi dengan biaya yang diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
Sejauh ini, polisi telah menangkap 11 anak yang terlibat dalam aksi tersebut. Terhadap mereka, kepolisian mempertimbangkan penerapan sejumlah pasal pelanggaran lalu lintas.
Pelanggaran yang dimaksud antara lain penggunaan knalpot brong, dugaan perusakan marka jalan, mengemudi tanpa surat izin mengemudi (SIM), serta penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai peruntukannya.
Baca juga: Viral Video Gerombolan Pemotor Rusak Portal JLNT Casablanca demi Konten, Polisi Buru Pelaku
Sebelumnya diberitakan, video aksi pembakaran tali pengait portal JLNT Casablanca pertama kali diunggah di TikTok oleh salah satu pelaku. Namun, unggahan tersebut telah dihapus dari akun awal. Video serupa kemudian beredar ulang melalui sejumlah akun Instagram.
Dalam video itu tertulis, “Waktunya orang senang tampil.”
Setelah portal terbuka, puluhan pemotor tampak memasuki JLNT Casablanca dan mengabaikan pembatas jalan berwarna oranye yang telah dipasang. Sebagian besar sepeda motor juga terlihat tidak menggunakan pelat tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).
Selain menindak pelanggaran lalu lintas, polisi juga mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam aksi pembukaan portal tanpa izin tersebut.
“Kami berkoordinasi dengan Ditkrimum untuk melihat celah pidana pengrusakannya,” ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin saat dihubungi, Senin.
Polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengungkap seluruh pelaku yang terlibat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




