Jalur Pantura Semarang-Demak siap menyambut pemudik pada moment lebaran 2026. Namun, masyarakat diminta mewaspadai kemacetan akibat proyek peninggian jalan di depan kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), Semarang.
Pantauan kumparan, kemacetan panjang terjadi sejak di bawah jembatan tol Kaligawe Semarang dan arteri Yos Sudarso akibat proyek peninggian jalan tersebut. Sebab pengendara yang menuju Demak diberlakukan contraflow sehingga terjadi penyempitan lajur.
Kondisi jalan di depan Unnisula juga masih dipenuhi lubang. Sementara setelah terminal Terboyo hingga Sayung, Demak, sudah tidak terlihat adanya lubang.
Kapolsek Genuk Kompol Rismanto mengatakan, kemacetan memang terjadi sejak 10 Januari 2026 saat pengerjaan proyek peninggian jalan dari arah Semarang menuju Demak dimulai.
"Pembangunan dari arah Semarang ke Demak sudah mulai sejak 10 Januari kemarin, tepatnya di lajur tengah yang pertama kali dikerjakan," ujar Kompol Rismanto, Selasa (24/2).
Target Selesai Desember 2026
Ia menjelaskan, proyek peninggian Jalan Kaligawe ditargetkan selesai pada Desember 2026. Namun, pengerjaan akan dihentikan sementara menjelang Hari Raya Idulfitri.
"Menjelang Idulfitri sementara off dulu, tetapi target peninggian jalan ini delapan bulan," jelas dia.
Pihaknya juga telah memasang sejumlah imbauan agar pengguna jalan memanfaatkan jalur alternatif apabila terjadi kemacetan panjang. Termasuk saat musim mudik Lebaran.
"Jadi untuk menghindari kemacetan saat mudik bisa lewat jalur alternatif. Kalau dari Semarang lewat Jalan Majapahit lalu mengarah ke Jalan Woltermonginsidi itu di Bangetayu," imbau Rismanto.
Banjir RobSelain potensi kemacetan akibat peninggian jalan, jalur Pantura Semarang-Demak juga dihantui potensi banjir rob saat periode mudik Lebaran. Di wilayah Sayung, Demak, rob diprediksi terjadi pada pertengahan hingga akhir Maret.
"Untuk banjir rob saat arus mudik memang ada potensi pasang di awal bulan Maret dan pertengahan Maret antara tanggal 12 hingga 17. Itu puncak pasang, ini diwaspadai karena bersamaan dengan mudik. Perlu diwaspadai yang di Sayung," kata Koordinator Observasi dan Informasi Stasiun meteorologi maritim Tanjung Emas Semarang, Ganis Erutjahjo.





