IHSG Ditutup Melemah, 596 Saham Parkir di Zona Merah

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (24/2/2026). Saham-saham big caps seperti BREN, BBCA sampai BBRI kompak melemah.

Melansir IDX Mobile, IHSG melemah 1,37% ke 8.280. Indeks komposit loyo sejalan dengan 596 saham yang juga ditutup melemah. Sedangkan, hanya 163 saham yang berakhir di zona hijau, dan 199 saham tak berubah.

Sepanjang perdagangan IHSG bergerak di rentang 8.259 sampai 8.437. Indeks komposit tak mampu mempertahankan posisinya di area hijau meski sempat dibuka menguat. Hari ini pasar mencatat transaksi 58,05 miliar saham senilai Rp29,45 triliun.

Saham-saham berkapitalisasi pasar jumbo penggerak indeks yang ditutup melemah antara lain adalah PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang turun 1,55% ke Rp7.950, saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 1,03% ke Rp7.225, dan saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) turun 0,77% ke Rp3.870.

Di sisi lain, saham big caps yang masih menguat antara lain adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang naik 1,90% ke Rp5.375, saham PT Bank Permata Tbk. (BNLI) naik 0,49% ke Rp4.090, dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang naik 0,85% ke Rp3.580.

Adapun, IHSG pada sesi I perdagangan melemah 0,25% ke 8.374. Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan, secara teknikal terjadi pembentukan histogram positif MACD yang cenderung mengecil diiringi dengan indicator Stochastic RSI yang berada pada overbought area. Dari pendekatan tersebut, sekuritas memperkirakan indeks komposit menuju level 8.350 pada penutupan sesi II hari ini.

Baca Juga

  • Satu Tahun Danantara: Magnet Investasi Asing, Indeks BUMN Ungguli IHSG
  • IHSG Dibuka Menguat Tembus 8.400, Didorong AMMN, BYAN dan TLKM Cs
  • IHSG Berpeluang Uji Resistansi 8.450 Saat Asing Borong BBRI hingga ANTM

Adapun, sentimen yang menyertai pasar hari ini adalah data realisasi belanja pemerintah per Januari 2026 yang mencapai Rp227,3 triliun, atau tumbuh  sebesar 25,7% YoY. Phintraco Sekuritas mengatakan kenaikan ini menunjukkan akselerasi belanja pemerintah sejak awal tahun, khususnya untuk mendukung program prioritas dan mendorong pertumbuhan ekonomi. 

"Belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp131,9 triliun dan transfer ke daerah (TKD) senilai Rp95,3 triliun. Melihat lajunya, belanja pemerintah pusat meningkat hingga 53,3% YoY, sementara transfer ke daerah hanya tumbuh tipis 0,6% YoY," tulis sekuritas dalam riset hariannya, Selasa (24/2/2026).

Sementara itu, sentimen positif perkembangan perjanjian dagang Amerika Serikat nampaknya hanya bersifat jangka pendek. Pasalnya, Phintraco Sekuritas menilai hal penguatan IHSG sebesar 1,50% pada perdagangan Senin (23/2) merupakan respons positif investor atas dibatalkannya pemberlakukan tarif resiprokal Presiden Trump oleh Mahkamah Agung AS (20/2), meskipun Presiden Trump kemudian menyatakan akan memberlakukan tarif global baru sebesar 15%. 

"Investor berharap perjanjian dagang antara AS-Indonesia yang sudah ditandatangani pada pekan lalu (19/2) dapat batal, karena dalam perjanjian tersebut tarif yang ditetapkan lebih tinggi, yaitu 19%," tulis sekuritas.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fondasi Jembatan di Depok Rusak, Warga Harap Segera Diperbaiki
• 11 jam laludetik.com
thumb
Penanganan 38 Muara Sungai Dipercepat, Menteri PU: Strategi Mitigasi Bencana
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Bangun Proyek Gas Jumbo Rp 352 Triliun di RI, Inpex Minta Insentif Ini
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Mediasi di LAPS SJK Buntu, Nasabah Korban Hilangnya Dana di Mirae Sekuritas Tempuh Jalur Lanjutan
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
BPJPH: Produk AS yang Masuk Indonesia Harus Punya Dua Label Halal
• 5 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.