JAKARTA, KOMPAS.TV - Isu beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali jadi perbincangan hangat setelah mencuatnya kasus Dwi Sasetyaningtyas. Sorotan publik pun melebar. Sejumlah figur publik yang pernah menerima beasiswa negara itu ikut dipertanyakan kontribusinya bagi Indonesia.
Nama Tasya Kamila termasuk yang ramai dibahas. Mantan penyanyi cilik yang dikenal lewat lagu “Libur Telah Tiba” itu akhirnya angkat bicara. Ia merespons kritik dengan nada terbuka dan argumentatif.
“Buatku, kalian berhak bertanya soal ini! Sebagai sesama rakyat yang membayar pajak, aku sangat mengerti bahwa teman-teman mau ‘investasi’ kita menghasilkan output yang baik buat bangsa,” tulis Tasya, dikutip dari Instagramnya, Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: Imlek Festival 2577 Resmi Dibuka di Lapangan Banteng, Puncak Acara hingga 28 Februari
Latar Pendidikan dan Alasan Memilih Jurusan
Tasya menempuh pendidikan S2 di Columbia University, mengambil jurusan Public Administration in Energy and Environmental Policy. Ia lulus delapan tahun lalu.
Pilihan jurusan itu bukan tanpa alasan. Sejak 2005, Tasya pernah menjabat sebagai Duta Lingkungan Hidup. Ia juga mengaku memiliki cita-cita menjadi menteri, sehingga merasa perlu membekali diri dengan ilmu kebijakan publik yang relevan, khususnya di sektor energi dan lingkungan.
Selama studi, Tasya aktif dalam berbagai organisasi internasional. Ia juga sempat magang di Kementerian ESDM serta mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur. Studi diselesaikannya tepat waktu dengan IPK 3,75.
Namun perjalanan akademiknya tidak selalu mulus. Di tengah masa ujian, Tasya harus menghadapi kabar duka. Ia tak bisa pulang ke Indonesia saat sang ayah meninggal dunia karena harus menjalani ujian. Setelah menyelesaikan studi, ia kembali ke Tanah Air.
Masa Bakti dan 7 Bentuk Kontribusi
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- lpdp
- tasya kamila
- beasiswa lpdp
- kontribusi lpdp
- green movement indonesia
- pendidikan luar negeri





