DPRD: Biar Pajak tak Bebani Rakyat, Pemprov Jateng Harus Kreatif Tingkatkan PAD

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Mohammad Saleh, mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng harus lebih kreatif dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu menjadi catatan Saleh merespons satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.

Menurut Saleh, kreativitas dalam meningkatkan PAD dibutuhkan agar Pemprov Jateng tidak hanya bertumpu atau mengandalkan penerimaan pajak. Baru-baru ini warga Jateng turut diketahui mengeluhkan dan mengkritik lonjakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) akibat pemberlakuan opsen. 

Baca Juga
  • Pemprov Jateng Resmi Berlakukan Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen hingga Akhir 2026
  • Penyebab Pajak Kendaraan di Jateng Naik Selangit Terungkap, Kebijakan Menkeu Purbaya Jadi Alasannya
  • Pajak Kendaraan di Jateng Naik Gila-gilaan, Gubernur Luthfi Intruksikan Beri Diskon PKB 5 Persen
"Yang pertama, tentu kreativitas birokrasi kita harus bagus dalam peningkatan PAD. Jadi kita tidak anjlok ke dalam masalah pajak," ujar Saleh, Selasa (24/2/2026).

Dia berpendapat, salah satu cara yang dapat ditempuh Pemprov Jateng untuk meningkatkan PAD adalah dengan memberdayakan aset-aset milik BUMD dan daerah. Namun dia mendorong agar bentuk pemberdayaan tidak hanya terbatas pada menyewakan lahan, misalnya. 

.rec-desc {padding: 7px !important;} "Sehingga aset-aset itu juga bisa memberikan sumbangsih terhadap pendapatan daerah. Kalau aset kan itu aset-aset kita sendiri, kalau diberdayakan tentu bermanfaat bagi kita. Sehingga itu menjadi penopang salah satu pendapatan," kata Saleh. 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis Drama China Zhen Hong Zhuang, Kisah Gadis Modern Jadi Kurtisan di Era Dinasti Song
• 5 jam lalugrid.id
thumb
Timnas Futsal Putri Indonesia Kalah dari Thailand di Laga Pembuka ASEAN Women’s Futsal Championship
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
TB Hasanuddin Ingatkan Pemerintah Patuhi UU PDP dalam Kesepakatan Dagang RI-AS
• 2 jam lalusuara.com
thumb
4 Langkah Penyelesaian Sengketa Perbatasan Pulau Kawi-Kawia di Sultra dan Sulsel
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Ramadan dan Metamorfosis (3)
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.