REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Mohammad Saleh, mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng harus lebih kreatif dalam meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Hal itu menjadi catatan Saleh merespons satu tahun masa kepemimpinan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi.
Menurut Saleh, kreativitas dalam meningkatkan PAD dibutuhkan agar Pemprov Jateng tidak hanya bertumpu atau mengandalkan penerimaan pajak. Baru-baru ini warga Jateng turut diketahui mengeluhkan dan mengkritik lonjakan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) akibat pemberlakuan opsen.
Baca Juga
Pemprov Jateng Resmi Berlakukan Diskon Pajak Kendaraan 5 Persen hingga Akhir 2026
Penyebab Pajak Kendaraan di Jateng Naik Selangit Terungkap, Kebijakan Menkeu Purbaya Jadi Alasannya
Pajak Kendaraan di Jateng Naik Gila-gilaan, Gubernur Luthfi Intruksikan Beri Diskon PKB 5 Persen
"Yang pertama, tentu kreativitas birokrasi kita harus bagus dalam peningkatan PAD. Jadi kita tidak anjlok ke dalam masalah pajak," ujar Saleh, Selasa (24/2/2026). Dia berpendapat, salah satu cara yang dapat ditempuh Pemprov Jateng untuk meningkatkan PAD adalah dengan memberdayakan aset-aset milik BUMD dan daerah. Namun dia mendorong agar bentuk pemberdayaan tidak hanya terbatas pada menyewakan lahan, misalnya. .rec-desc {padding: 7px !important;} "Sehingga aset-aset itu juga bisa memberikan sumbangsih terhadap pendapatan daerah. Kalau aset kan itu aset-aset kita sendiri, kalau diberdayakan tentu bermanfaat bagi kita. Sehingga itu menjadi penopang salah satu pendapatan," kata Saleh.