Menko Pemberdayaan Masyarakat (PM), Muhaimin Iskandar alias Cak Imin tengah mencanangkan program SMK Go Global. Dengan program ini, Cak Imin mengajak lulusan SMA/SMK bekerja migran atau bekerja di luar negeri.
Menurut Cak Imin, dengan potensi gaji tinggi dan jaminan hidup yang baik, bekerja di luar negeri bisa menjadi opsi yang dipilih insan muda.
“Potensi marketnya memang sangat besar dan bagus. Gajinya tinggi, jaminan sosial asuransinya juga bagus. Sehingga peluang itulah yang akan kita dorong,” ucap Cak Imin di Kantor Kemenko PM, Jakarta pada Selasa (24/2).
“Jadi kita mendorong karena peluangnya tinggi dan bagus, bukan karena faktor lain. Karena memang faktor peluang. Jepang, Korea, Eropa, Amerika, dan berbagai negara lainnya dengan skilled workers itu peluangnya sangat bagus,” tambahnya.
Ia pun menyebut akan rapat bersama beberapa duta besar untuk memetakan lapangan kerja yang bisa diisi oleh SDM muda Indonesia. Ia mendorong agar yang diterima bekerja migran adalah lulusan SMA/SMK.
“Jadi kita tidak ingin di bawah SMK atau SMA yang berangkat ke luar negeri. Karena kalau tingkat pendidikan di bawah itu, banyak mengandung risiko terutama menjadi pekerja domestic workers. Sehingga kita memfasilitasi (lulusan SMA/SMK),” ucap Cak Imin.
Menurutnya, target dari program ini adalah 300-500 ribu lulusan SMA/SMK bisa diberangkatkan mulai April 2026. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto mendukung program ini.
“Sehingga tugas kami, terutama Kementerian P2MI untuk memfasilitasi itu. Dan Pak Presiden sangat support agar warga kita yang ingin bekerja ke luar negeri dengan prospek yang bagus itu difasilitasi,” tandasnya.





