Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menandatangani tiga Perjanjian Kerja Sama (PKS) dari investor yang ingin membangun pusat perbelanjaan, kawasan kuliner sampai pusat olahraga. Nantinya, pembangunan akan dilakukan di wilayah 1A dan 1C IKN.
Tiga investor yang menandatangani kesepakatan investasi tersebut adalah PT Panca Karya Sentosa, PT Maxi Nusantara Raya, serta PT Borneo Berkah Abadi.
Investor dari PT Maxi Nusantara Raya, Suni Yuwono Kusbandi, mengatakan kehadiran mereka di IKN tak hanya berorientasi pada pencarian keuntungan. Mereka ingin juga berperan sebagai kontributor dalam pembangunan IKN.
“Kami diberi kesempatan untuk berinvestasi di sektor 1A dan memang lokasinya juga bagus. Kami berkomitmen bahwa ini IKN, kita harus jadi. Maka saya sudah tidak menghitung cuan lagi, Pak. Untung rugi nomor sekian, kita harus bikin ekosistemnya,” kata Suni dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2).
Nantinya, seluruh proyek tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan sehari-hari penghuni kawasan termasuk aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat yang berada di IKN.
Ke depan, pembangunan fasilitas komersial, sosial, serta pendukung lainnya memang akan terus didorong untuk mendukung tumbuhnya ekosistem kawasan perkotaan. Hal itu juga diharap bisa menghadirkan berbagai aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik IKN.
Dengan begitu, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono mencatat sampai awal 2026, terdapat 57 perusahaan telah berkomitmen berinvestasi dengan nilai mencapai sekitar Rp 72 triliun.
“Saat ini, sampai dengan awal 2026 sudah ada komitmen dari 57 perusahaan dengan total investasi swasta murni sebesar Rp 72 triliun. Pembangunan IKN ini juga semakin meningkat dari aspek kepercayaan masyarakatnya termasuk dalam bidang usaha, apalagi dengan adanya Perpres No.79 serta kehadiran Bapak Presiden dan Wakil Presiden,” ujar Basuki.





