TANGERANG, KOMPAS.com - Advokat berinisial BST yang ditusuk oleh debt collector di Perumahan Palem Semi, Karawaci, Tangerang, Senin (23/2/2026), sempat cekcok terkait prosedur penarikan mobil yang tidak sesuai aturan.
"Proses itu sempat terjadi debat kusir juga, adu mulut antara rekan kami korban ini dengan tiga orang debt collector," ujar Kuasa hukum korban, Andri Jurnisal, saat ditemui Kompas.com di Mapolres Tangerang Selatan, Serpong, Tangsel, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Advokat di Tangerang Ditusuk Debt Collector yang Tarik Paksa Mobil
Adu mulut antara korban dan para debt collector tersebut karena proses penagihan cicilan mobil tidak sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ia tidak menjelaskan secara rinci bagaimana proses penagihan itu dilakukan. Namun, korban sebelumnya sempat berjanji akan membayar cicilan mobil tersebut.
"Saudara Bastian ini sudah menelepon ke pihak finance bahwa tunggakan tersebut akan dibayar beberapa minggu kemudian," kata dia.
Namun, justru tiga debt collector tersebut tetap menagih korban dengan melampirkan surat kuasa dari Mandiri Tunas Finance.
"Jadi prosesnya saja yang tidak dibenarkan dalam penarikan ini," imbuh dia.
Ketiga debt collector tersebut sudah berada di sekitar rumah korban sejak pukul 14.00 WIB. Hal itu diketahui dari rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Sekitar pukul 15.40 WIB, para debt collector kemudian bertemu dengan korban untuk menarik satu unit mobil yang disebut menunggak cicilan.
Baca juga: Kronologi Advokat Ditusuk Debt Collector di Tangerang, Mulanya Cekcok Penarikan Mobil
Kemudian mobil korban yang masih dicicil itu dibawa pergi oleh tiga debt collector.
Karena identitas para debt collector belum diketahui secara jelas, korban kemudian meminta petugas keamanan perumahan untuk menahan kendaraan mereka di gerbang.
“Korban meminta security untuk menyetop mobil debt collector itu agar dimintai identitasnya,” kata Andri.
Korban lalu mendatangi gerbang perumahan tersebut, akan tetapi kembali memanas hingga akhirnya terjadilah penusukan di lokasi, pada pukul 16.00 WIB.
“Di depan gerbang itu terjadi penusukan. Korban ditusuk tiga kali, dua di bagian perut dan satu di punggung,” ucap Andri.