REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR, – Tim SAR gabungan telah mengevakuasi 12 korban banjir di Jalan Dewi Sri, Legian, Kabupaten Badung, Bali, akibat hujan ekstrem yang terjadi selama tiga hari berturut-turut. Banjir yang menggenangi puluhan titik di Bali ini mencapai ketinggian hingga satu meter lebih, melumpuhkan lalu lintas di kawasan tersebut.
Menurut Koordinator Lapangan Basarnas Bali, Komang Sudiarsa, sejak siang hingga sore hari, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 12 orang di sekitar Jalan Dewi Sri. Banjir ini disebabkan oleh cuaca ekstrem yang melanda Bali selama tiga hari, dengan puncaknya air meluap ke jalan utama.
Pada pagi hari, Basarnas Bali mengerahkan 11 personel dengan satu unit perahu karet untuk melakukan evakuasi. Di lokasi, tim bertemu warga yang membutuhkan bantuan, termasuk satu orang yang mengalami cedera pada kaki akibat terkena gerinda.
Tim SAR, yang terdiri dari Basarnas Bali, Ditsamapta Polda Bali, dan Brimob Polda Bali, menggunakan tiga unit perahu karet dan tiga unit kano untuk mengevakuasi warga, terutama anak-anak yang terjebak banjir. Hujan deras dan angin kencang sempat menghambat proses evakuasi, namun menjelang sore, debit air mulai menurun.
Komang Sudiarsa menyatakan bahwa masyarakat sudah dapat melakukan evakuasi mandiri ketika air mulai surut. Hingga pukul 17.50 Wita, tidak ada lagi permintaan evakuasi, meskipun tim tetap berjaga di lokasi untuk memastikan keselamatan warga.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Berdasarkan data BPBD Bali, banjir terjadi di 51 titik di Bali, dengan 39 titik di Denpasar dan 12 titik di Kabupaten Badung. Sebanyak 350 orang, termasuk masyarakat dan wisatawan, telah dievakuasi, namun tidak ada korban jiwa atau pengungsian yang dilaporkan.