Program Desa Emas 2026 Dorong UMKM Naik Kelas

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Majalengka mulai mengikuti program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026. Inisiatif yang diprakarsai oleh INOTEK Foundation bersama Yayasan Indonesia Setara ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi melalui inovasi produk, seperti pembuatan hampers untuk menyambut momentum Idulfitri.

"Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pengalaman praktik keterampilan pembuatan hampers produk hilirisasi untuk mengoptimalkan pemasaran di Hari Raya Idulfitri. Lewat workshop ini, harapannya dapat meningkatkan peluang pendapatan bagi kelompok usaha desa, khususnya di Kabupaten Majalengka," ujar Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, di Majalengka, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 24 Februari 2026.
 

Baca Juga :

RUU Perampasan Aset Kembali Dibahas, Momentum Perkuat Pemberantasan Korupsi

Sandiaga menjelaskan bahwa para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan intensif selama enam bulan. Program ini dirancang untuk menciptakan kemandirian ekonomi desa dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. 

Menurutnya, dukungan dari pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci agar produk desa tidak hanya menjadi komoditas lokal. Tetapi mampu menembus pasar yang lebih luas.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan mengungkapkan bahwa Pemkab Majalengka memiliki visi "Majalengka Langkung Sae" yang menempatkan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi. Berbagai program pendukung seperti GASIK (Gerakan Start-Up Inovatif & Kompetitif) dan MADU'E (Upaya Ekspor Produk Unggulan) telah disiapkan untuk bersinergi dengan program Desa EMAS.

"Kami memberikan dukungan fasilitas dengan penyediaan pendampingan NIB gratis, bantuan modal dari Baznas, serta fasilitas SIKIM untuk standarisasi produksi. Ini adalah langkah nyata memastikan UMKM Majalengka tidak hanya 'jago kandang', tetapi mampu bersaing di kancah nasional maupun global," tutur Dena.


Program Desa EMAS (Ekonomi Maju & Sejahtera) 2026. Foto: Dok. Istimewa.

Antusiasme juga datang dari para peserta, salah satunya Aulia Putri dari KWT Mulya Mukti. Ia mengaku pelatihan ini sangat membantu pelaku usaha dalam memperbaiki kualitas kemasan (packaging) hingga strategi pemasaran digital. Dengan keterlibatan sektor perkebunan mangga hingga pengolahan hasil perikanan, program ini diharapkan menjadi katalisator pengentasan kemiskinan di wilayah Majalengka.

"Kegiatan ini sangat seru dan menyenangkan. Semoga dengan pelatihan ini usaha kita semakin berkembang dengan program," kata Aulia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhub Targetkan Perbaikan Jalur Mudik Lebaran 2026 Rampung H-10
• 12 jam lalumatamata.com
thumb
"Broken Chair" di Depan Kantor Dewan HAM PBB, Simbol Kerapuhan Sekaligus Kebrutalan Manusia
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Pekanbaru hingga Surabaya Berpotensi Hujan Petir
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemkab Bangli Optimalkan Labkesmas untuk Awasi Keamanan Pangan dan Jamin Standar Higienitas Usaha Berbasis Risiko
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Feri Amsari Sebut Revisi UU KPK Picu Turunnya Indeks Persepsi Korupsi
• 1 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.