Beda Suara Menteri: Mendes Ingin Batasi Ritel Modern, Menkop Justru Dorong Kemitraan

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mendes PDT Yandri Susanto usul hentikan izin baru minimarket di desa, sementara Menkop Ferry Juliantono dorong kemitraan strategis dengan ritel modern.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, mengusulkan penghentian pemberian izin pendirian minimarket baru di wilayah pedesaan. Langkah ini diambil sebagai respons atas keluhan pedagang toko kelontong yang merasa kalah bersaing dengan ritel modern.

Mendes Yandri menegaskan bahwa usulan tersebut bukan bertujuan untuk menutup gerai ritel modern. Fokus utama dari kebijakan ini adalah membatasi penambahan izin baru.

"Saat di Komisi V itu saya sampaikan, untuk minimarket-minimarket seperti Indomaret, Alfamart, silakan jalan. Saya tidak pernah mengusulkan untuk ditutup. Yang saya minta ditutup itu izin baru. Jangan sampai minimarket ini ke desa-desa, dan mematikan usaha-usaha rakyat di desa," kata Mendes Yandri di Kabupaten Serang, Selasa (24/2/2026). 

Ia menilai Koperasi Desa Merah Putih merupakan alat yang akurat untuk memastikan pemerataan ekonomi benar-benar dirasakan oleh rakyat di level bawah.

Keberadaan Kopdes Merah Putih sendiri sejalan dengan visi Astacita Presiden Prabowo untuk membangun kekuatan ekonomi Indonesia mulai dari tingkat desa dan kelurahan. Keuntungan yang dihasilkan oleh koperasi ini dijanjikan akan kembali ke masyarakat melalui Sisa Hasil Usaha (SHU) serta kontribusi langsung pada pendapatan desa.

"Sekarang, dalam rangka pemerataan ekonomi itu, Koperasi Desa Merah Putih adalah alat jitu dan akurat, untuk memastikan pemerataan itu benar-benar ada," ujar Mendes Yandri dalam sambutannya.

Di sisi lain, Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, mendorong agar Kopdes Merah Putih justru menjalin kemitraan strategis. Ia berpendapat bahwa kolaborasi jauh lebih penting untuk memperkuat posisi UMKM.

Ferry mengungkapkan bahwa dirinya telah menjalin komunikasi dengan petinggi jaringan ritel besar untuk membicarakan peluang kerja sama yang saling menguntungkan. “Saya juga sudah berkomunikasi dengan teman-teman dari Indomaret, Pak Franky Welirang, dan dengan teman-teman dari Alfamart, bahwa koperasi desa bisa tetap bekerja sama dengan siapa pun,” ujar Ferry memberikan pandangan alternatif.

Baca Juga: Wacana Penutupan Minimarket Modern untuk Kuatkan Kopdes dan UMKM, Legislator DPRD DKI Jakarta: Jakarta Harus Jadi Contoh

Menteri Koperasi juga menilai bahwa ritel modern tetap dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan barang. Kerja sama ini diharapkan menempatkan ritel modern sebagai mitra distribusi bagi produk-produk unggulan desa.

“Ada produk yang memang bisa diproduksi oleh UMKM lokal, tapi ada juga yang tidak. Tentu kita bisa bekerja sama dengan swasta untuk barang-barang yang mereka produksi,” kata Ferry. Dengan pola tersebut, koperasi desa tetap memiliki ruang berkembang sementara kebutuhan konsumen tetap terpenuhi secara seimbang melalui pasokan produk swasta.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Kolang-Kaling Jadi Incaran pada Bulan Ramadan
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Polemik 2N+1 LPDP Viral, Ini Penjelasan Resmi Aturan Pengabdian dan Kerja di Luar Negeri
• 15 jam lalugrid.id
thumb
Sempat Macet Parah, Lalu Lintas Jalan I Gusti Ngurah Rai Bekasi Kembali Lancar
• 19 jam lalukompas.com
thumb
"Cukup Aku WNI": Krisis Kepercayaan Kaum Terdidik
• 19 menit lalukompas.com
thumb
5 Zodiak Paling Beruntung Soal Cinta pada 25 Februari 2026
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.