5 Berita Terpopuler: Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Bawah Honorer, Ada Modus Konflik Kepentingan, Begini Respons Budi

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Selamat pagi pembaca setia JPNN.com, hari ini kami sajikan berita terpopuler sepanjang Selasa (24/2) tentang gaji guru PPPK paruh waktu di bawah honorer, ada modus konflik kepentingan dalam kasus Nadiem Makarim, hingga begini respons budi atas kemenangan dalam gugatan KI. Simak selengkapnya!

1. Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Bawah Honorer, Jawaban Dirjen Nunuk Sudah Bisa Ditebak

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: PPPK Merasa Mirip Honorer, tetapi Ada Angin Segar dari Dirjen GTKPG, Muncul Analisis

Gaji guru PPPK Paruh Waktu sangat minim. 

Saking minim besarannya, untuk mencairkan dananya lewat ATM pun tidak bisa karena gaji bersihnya hanya Rp 15 ribu. Itu kejadian yang dirasakan guru PPPK Paruh Waktu jebolan R4 atau guru honorer dengan masa pengabdian maksimal dua tahun di Kabupaten Sumedang.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Seskab Teddy Sentil Menteri Rosan, Ada yang Harus Diluruskan

Baca Selengkapnya di Bawah:

Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Bawah Honorer, Jawaban Dirjen Nunuk Sudah Bisa Ditebak

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Jungkir Balik Mengabdi, Sebegini Gaji Guru PPPK Paruh Waktu, Bikin Rawan Masalah Baru

2. Daftar Nama 14 Kandidat Ketum PBNU, Terbagi 4 Klaster

Institut Nahdliyin Nusantara (Insantara) merilis 14 nama yang punya potensi menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU). 

Diketahui, rapat pleno PBNU menyepakati Muktamar ke-35 NU dijadwalkan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026. 

Peneliti Insantara Wildan Efendy dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (24/2), mengatakan pihaknya menentukan nama-nama kandidat ketum PBNU tersebut berdasarkan tiga aspek utama.

Baca Selengkapnya di Bawah:

Daftar Nama 14 Kandidat Ketum PBNU, Terbagi 4 Klaster

3. Eks Pegawai KPK Tak Lulus TWK Menang Gugatan di KI, Begini Respons Budi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak masyarakat mengikuti perkembangan setelah adanya putusan Komisi Informasi (KI) Pusat mengenai sengketa informasi tes wawasan kebangsaan (TWK) oleh representasi 57 mantan pegawai lembaga antirasuah yang dinyatakan tidak lulus TWK. 

"Kita sama-sama ikuti perkembangan pascaputusan sengketa di KIP ini," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada para jurnalis di Jakarta, Selasa (24/2/2026). 

Budi mengatakan KPK menghormati putusan sidang KI Pusat antara mantan pegawai yang tidak lulus TWK sebagai pihak pemohon informasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI selaku pihak termohon informasi.

Baca Selengkapnya di Bawah:

Eks Pegawai KPK Tak Lulus TWK Menang Gugatan di KI, Begini Respons Budi

4. Pleidoi Tian Bahtiar, Sesalkan Pernyataan Pejabat Kejaksaan Agung

Terdakwa kasus obstraction of justice kasus izin ekspor crude palm oil (CPO), tata niaga timah, dan impor gula Tian Bahtiar menyampaikan nota pembelaan (pledoi) dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026). 

Pledoi yang terdiri sebanyak sembilam halaman itu diberi judul Obstraction of Justice Ancaman Kebebasan Pers sebagai Pilar Demokrasi dan Amanat Reformasi dibacakan langsung oleh Tian Bahtiar. 

Tian Bahtiar menyesalkan pernyataan pejabat Kejaksaan Agung yang telah menuduhnya menyebarkan berita bohong.

Baca Selengkapnya di Bawah: 

Pleidoi Tian Bahtiar, Sesalkan Pernyataan Pejabat Kejaksaan Agung

5. Jaksa Ungkap Modus Nadiem Untuk Samarkan Aliran Dana Kasus Chromebook

Tim jaksa penuntut umum (JPU) mengungkap adanya modus konflik kepentingan hingga simbiosis mutualisme dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek terkait dengan investasi oleh PT Google Indonesia. 

JPU Roy Riady menyebut dari saksi-saksi yang dihadirkan dalam sidang atas nama terdakwa Nadiem Makarim pada Senin (23/2), salah satunya Deswitha Arvinchi yang merupakan mantan Sekretaris Mendikbudristek. 

"Deswitha itu sekretaris menteri, dan dia mengatakan bahwasanya membenarkan adanya pertemuan di awal 2020, itu antara Pak Nadiem dengan petinggi Google yang bernama Caesar," kata Roy dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (24/2).

Baca Selengkapnya di Bawah:

Jaksa Ungkap Modus Nadiem Untuk Samarkan Aliran Dana Kasus Chromebook

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA ARTIKEL LAINNYA... 5 Berita Terpopuler: Riset Labsosio UI Mengungkap Dampak MBG, Gugatan Sudah Diajukan ke MK, Ada Bocoran Apa dari Purbaya?


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Riset Beberkan Kekurangan Terparah SDM Indonesia, Simak!
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Legislator Nilai Kebijakan WFA Jelang Mudik Bisa Dongkrak Ekonomi Daerah
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Soroti Isu Alumni LPDP, Marwan Jafar Minta Evaluasi Tes Nasionalisme
• 16 jam laludisway.id
thumb
Kasus Dugaan Penyekapan Kurir Ekspedisi di Jakut, Polisi Periksa Pelapor
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Seminggu Ramadan, Daging Sapi dan Telur Ayam Ras Alami Penurunan Harga
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.