Penyaluran Kredit Bank di Wilayah OJK Malang Tembus Rp110,48 Triliun pada 2025

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MALANG — Realisasi penyaluran kredit perbankan di wilayah kerja (Wilker) OJK Malang mencapai Rp110,48 triliun pada Desember 2025.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, mengatakan sepanjang 2025, industri perbankan di wilayah kerja OJK Malang menunjukkan kinerja yang solid dan resilien dengan pertumbuhan kredit mencapai 5,03% yoy menjadi Rp110,48 triliun. 

“Ditinjau dari jenis penggunaan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada kredit investasi sebesar 7,89% yoy,” ujarnya dikutip Rabu (25/2/2026). 

Menurutnya, kualitas kredit pun masih terjaga dengan rasio NPL sebesar 2,62% per 31 Desember 2025 atau meningkat 0,33% dari posisi yang sama tahun sebelumnya. Loan at Risk perbankan di wilayah kerja OJK Malang mencapai 10,11% per-akhir Desember 2025. Sementara itu, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Desember 2025 tercatat 4,55% yoy menjadi Rp103,93 triliun. 

Sampai dengan akhir 2025, dia menegaskan, penyaluran kredit dan/atau pembiayaan di wilayah kerja OJK Malang masih tertuju kepada 3 sektor ekonomi utama yaitu Rumah Tangga (Rp32,74 triliun; porsi: 29,63%), Perdagangan Besar Dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (Rp21,11 triliun; porsi: 19,10%), dan Industri Pengolahan (Rp20,25 triliun; porsi: 18,33%).

Adapun sektor ekonomi dengan persentase pertumbuhan kredit tertinggi, kata Farid, yakni adalah pendidikan (tumbuh 30,33% yoy), realestat (tumbuh 28,51% yoy), serta konstruksi (tumbuh 24,58% yoy). 

Baca Juga

  • Mayoritas Pengaduan Masyarakat ke OJK Malang Terkait SLIK dan Penipuan
  • Penuhi Kebuhan Ramadan dan Idulfitri, BI Malang Siapkan Uang Kartal Rp3,913 Triliun
  • Jelang Ramadan, Bulog Malang Banjiri Pasar Tradisional dengan Minyakita

“Terkait dengan pemberantasan judi online yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan, OJK telah meminta bank untuk melakukan pemblokiran terhadap ±32.144 rekening (prev: ±31.382 rekening) dari data yang disampaikan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, serta melakukan pengembangan atas laporan tersebut dengan meminta perbankan melakukan penutupan rekening yang memiliki kesesuaian dengan Nomor Identitas Kependudukan serta melakukan Enhance Due Diligence (EDD),” ucapnya.

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Joko Budi Santoso, menilai berdasarkan data tersebut menunjukkan kinerja perbankan wilker OJK Malang selama 2025 cukup atraktif, di tengah ketidakpastian global dan dinamika perekonomian domestik, penyaluran kredit masih tetap tumbuh di atas 5%. 

Menurutnya, hal ini seiring dengan arah fiskal pemerintah pusat yang berupaya menjaga daya beli masyarakat dan linier dengan penyaluran kredit yang tertinggi di sektor rumah tangga dengan porsi 29,63%. 

Selain itu, kata dia, pertumbuhan penyaluran kredit di sektor real estate dan konstruksi mengindikasikan perekonomian daerah terus bergerak dengan memaksimalkan domestic demand. Kondisi ini juga sebagai wujud tumbuhnya investasi karena ada peningkatan aset dari hasil pembangunan real estate dan konstruksi.

Menurut Joko, faktor ini akan menjadi salah satu daya dorong untuk 2026 lebih atraktif lagi. Sementara itu, kinerja terhadap perlindungan konsumen terus meningkat seiring dengan pemblokiran rekening sebagai tindak lanjut dari pemberantasan praktik judi online yang meresahkan masyarakat. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenko PMK Terima LHP BPK dan Awali Pemeriksaan LK 2025
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Mencari Berkah Panen Raya Padi
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dana ZIS Dipastikan Tidak Mengalir ke Program Makan Bergizi Gratis
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Foto: Bodo/Glimt Singkirkan Inter Milan dari Liga Champions
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Kuasa Modal dan Moralitas Legislasi
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.