Beauty, Katanya Ramadan Ubah Cara Perempuan Merawat Diri, Benarkah?

herstory.co.id
7 jam lalu
Cover Berita
HerStory, Jakarta —

Ramadan 2026 menjadi momen reflektif bagi banyak perempuan Indonesia dalam memaknai self-care, Beauty. Tak lagi sekadar mengejar hasil instan menjelang Lebaran, perawatan diri kini dipahami sebagai proses sadar yang menyatukan aspek fisik, emosional, dan spiritual. Hal ini terlihat dari pendekatan program Cantik Saat Lebaran (CSL) tahun ke-10 dari ZAP yang mengusung regenerasi kulit terukur, minim downtime, dan hasil natural selama bulan puasa.

Mengapa Ramadan? Menurut tim medis ZAP, perubahan pola tidur dan asupan cairan selama puasa memengaruhi hidrasi serta fungsi skin barrier. Karena itu, pendekatan overstimulasi tidak lagi menjadi pilihan utama.

“Selama Ramadan, kulit cenderung mengalami perubahan hidrasi dan fungsi barrier akibat perubahan pola tidur dan asupan cairan, sehingga pendekatan yang paling tepat adalah treatment yang bersifat regeneratif, memperkuat skin barrier, serta menstimulasi kolagen secara bertahap agar hasilnya lebih stabil, natural, dan tetap minim downtime,” jelas dr. Dara Ayuningtyas, Chief Clinical Officer ZAP.

Kurasi perawatan tahun ini difokuskan pada long-term skin investment. Beberapa treatment yang menjadi sorotan antara lain Nucleofill berbasis polinukleotida untuk perbaikan barrier, Juvelook yang mengombinasikan Poly-L-Lactic Acid (PLA) dan Hyaluronic Acid (HA) guna merangsang kolagen alami, hingga Xela Rederm untuk stabilisasi pigmentasi. Untuk kebutuhan fresh glow, tersedia Yellow Laser (577 nm) dan Ultraformer dengan teknologi HIFU yang membantu efek pengencangan tanpa bedah. Ada pula ZAP Facial Express yang dirancang ringan tanpa injeksi dan laser, cocok menjelang berbuka.

Pendekatan reflektif ini juga diperluas melalui kolaborasi ZAP bersama HMNS lewat kampanye “CANGI” (Cantik & Wangi). Kampanye ini diwujudkan melalui program podcast Habib with The Beauty Season 2 bersama Habib Husein Ja’far yang menghadirkan 15 perempuan inspiratif sepanjang Ramadan 2026.

Dalam setiap episode, diskusi tidak hanya membahas kecantikan, tetapi juga kesadaran diri dan rasa syukur.

“Cantik bukan sekadar soal wajah, tapi tentang niat dan keseimbangan. Merawat diri dengan cara yang baik dan tidak berlebihan adalah bagian dari menjaga amanah atas tubuh yang diberikan,” ujar Habib Husein Ja’far.

Dari sisi fragrance, makna self-care diperluas sebagai identitas personal.

“Wangi adalah identitas yang tidak terlihat, tapi meninggalkan kesan. Ia melengkapi bagaimana seseorang membawa dirinya dengan percaya diri dan karakter yang kuat,” ujar Rizky Arief, CEO HMNS.

Program ini turut diperkuat kolaborasi lintas brand seperti Klamby, Cotton Ink, Sour Sally (Yogulato), Blue Bird, dan Brawijaya Hospital. Dengan lebih dari 100 outlet nasional, CSL menjangkau konsumen secara luas.

Selama satu dekade, Cantik Saat Lebaran berkembang dari program musiman menjadi ritual tahunan. 

“Selama sepuluh tahun, Cantik Saat Lebaran bukan hanya tentang perawatan. Ini tentang ritual. Tentang bagaimana perempuan Indonesia mempersiapkan diri dengan lebih sadar secara fisik, emosional, dan spiritual sebelum kembali ke momen kebersamaan di hari raya,” tutup Feriani, CMO ZAP.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gempa Bumi Magnitudo 3,2 Guncang Kabupaten Sukabumi, Getaran Seperti Ada Truk Lewat
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pemprov Bakal Revitalisasi Anjungan DKI Jakarta di TMII, Alokasi Anggaran Capai Rp50 Miliar
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Arief Hidayat: Pilkada Lewat DPRD Bertentangan dengan Putusan MK
• 5 jam lalukompas.com
thumb
RI Terancam Oversupply Kedelai Usai Ada Kesepakatan Impor 3,5 Juta Ton dari AS
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
RUU Perampasan Aset Kembali Dibahas, Momentum Perkuat Pemberantasan Korupsi
• 20 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.