Melihat Bayi Kukang Kerdil Langka Belajar Manjat Pohon di Bronx Zoo

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Seekor bayi kukang kerdil langka lahir di Bronx Zoo pada 13 Desember 2025, dan kini dia sedang belajar memanjat pohon dengan segala keimutannya bisa membuat banyak orang meleleh.

Bagi tim Kebun Binatang Bronx, suara langkah mungil kukang kerdil (pygmy slow loris) yang baru lahir itu menghadirkan kebahagiaan tersendiri. Dia dilahirkan dalam kondisi sudah berbulu penuh dan dengan mata terbuka. Ukurannya pun sangat kecil. Bayi kukang kerdil biasanya hanya memiliki berat sekitar 30 hingga 60 gram.

Seperti kukang pada umumnya, bayi ini akan digendong induknya ke mana-mana. Terkadang, induk menyimpan anaknya di dahan pohon saat mencari makan. Seiring pertumbuhan, anak kukang akan semakin mandiri, seperti terlihat dalam video yang memperlihatkan bayi tersebut belajar memanjat.

Bahkan saat dewasa pun, kukang kerdil hanya memiliki panjang sekitar 15 hingga 25 centimeter dengan berat 300 hingga 450 gram. Tubuhnya mungil, namun daya tariknya luar biasa.

Imut tapi Berbisa

Di balik tampilannya yang menggemaskan, kukang kerdil menyimpan keunikan yang jarang dimiliki mamalia lain, mereka termasuk sedikit mamalia yang diketahui berbisa.

Caranya cukup unik. Kukang akan menjilati kelenjar di lengan atasnya, lalu mengalirkan racun tersebut ke alur khusus pada giginya. Saat bercampur dengan enzim dalam air liur, racun itu dapat menghasilkan gigitan yang menyakitkan. Bagi manusia umumnya tidak berbahaya, meski dalam kasus langka bisa memicu syok anafilaksis.

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), saat ini terdapat dua spesies kukang kerdil yang diakui secara ilmiah, yakni Xanthonycticebus intermedius (kukang kerdil utara) dan Xanthonycticebus pygmaeus (kukang kerdil selatan).

Keduanya baru dipisahkan secara resmi sebagai spesies berbeda pada 2023. Kukang kerdil selatan (Xanthonycticebus pygmaeus) hidup di Vietnam, Laos, dan Kamboja. Sementara spesies utara ditemukan di Vietnam, Laos, serta sebagian wilayah China. Perbedaan DNA serta struktur tengkorak dan rahang menjadi dasar pemisahan tersebut, yang sebelumnya telah lama dicurigai melalui laporan ilmiah maupun pengamatan lapangan.

Sayangnya, kedua spesies ini menghadapi ancaman serius dan kini berstatus terancam punah. Kukang kerdil selatan, misalnya, banyak diburu untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan, dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, bahkan dikonsumsi sebagai makanan. Permintaan pasar juga memicu praktik pengembangbiakan silang antara spesies utara dan selatan oleh pelaku perdagangan satwa, yang menghasilkan hibrida tidak subur.

Kelahiran bayi kukang ini menjadi yang pertama untuk kategori primata di wahana World of Darkness milik Bronx Zoo. Kehadiran bayi tersebut merupakan bagian dari program penangkaran yang bertujuan menjaga keragaman genetik kukang kerdil.

Menariknya, pengunjung tetap dapat melihat sang bayi berkat sistem lampu LED yang dapat memprogram siklus siang-malam terbalik. Sistem ini memungkinkan satwa nokturnal seperti kukang tetap aktif saat jam kunjungan.

Lebih dari sekadar tontonan menggemaskan, kelahiran ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran publik terhadap ancaman yang dihadapi kukang kerdil di alam liar, satwa kecil berbisa yang nasibnya kini bergantung pada upaya konservasi global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BKPM Pangkas Prosedur KKPR Darat untuk Usaha Mikro, Kini Cukup Pernyataan Mandiri di OSS
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Program Desa Emas 2026 Dorong UMKM Naik Kelas
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kejutan, Bodo Singkirkan Inter dari Liga Champions
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
MBG di Kabupaten Serang Tetap Berjalan Selama Ramadan
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
57 Pegawai KPK yang Dipecat Gegara TWK Bakal Kembali ke Gedung Merah Putih?
• 12 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.