Jakarta, VIVA – Wardatina Mawa menegaskan sikapnya terkait tudingan yang menyebut dirinya menolak dipoligami. Menurut Mawa, persoalan yang sebenarnya terjadi dalam rumah tangganya bukan tentang poligami saja, melainkan dugaan perselingkuhan dan perzinahan.
Sorotan publik bermula dari pertanyaan seorang netizen yang ia unggah ulang melalui Instagram Story. Warganet tersebut meminta tanggapan Mawa atas anggapan bahwa dirinya tidak mau menerima poligami. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
“Maaf izin nanya ni mawa dari statement hampir semua laki2 di beberapa platform koment dan prasangka buruk mengenai mawa yang kata nya nga mau di poligami dengan ir , gimana tanggapan mawa?” tanya salah seorang netizen yang dikutip dari Instagram @wardatinamawa pada Rabu, 25 Februari 2026.
- Instagram @wardatinamawa
Menjawab pertanyaan itu, Mawa memberikan klarifikasi tegas. Ia menyampaikan bahwa selama ini masalahnya bukan karena poligami, melainkan tentang pengkhianatan dalam bentuk perselingkuhan yang dilakukan oleh suaminya, Insanul Fahmi dengan Inara Rusli.
“Sekarang gini, maaf ya sebelumnya. Selama ini yg aku tahu dan yg aku pahami itu bukan tentang pernikahan yg sah, tapi justru tentang adanya perzinahan dan perselingkuhan. Dan aku percaya, kita tidak bisa hidup dengan orang yg melakukan perzinahan, apalagi berselingkuh,” jelas Mawa.
Ia juga mengaitkan pandangannya dengan ajaran agama yang diyakininya. Menurutnya, dalam Al-Qur’an sudah dijelaskan mengenai perbuatan zina dan konsekuensinya.
“Di dalam Al-Qur'an, tepatnya di Al-Qur'an surat An-Nur ayat 2, dijelaskan tentang pezina laki-laki dan pezina perempuan (boleh bantu cek) Aku meyakini bahwa orang yang menjaga dirinya dari perzinahan seharusnya dipasangkan dengan orang yang juga menjaga dirinya. Dan ketika seseorang melakukan perzinahan atau perselingkuhan, itu sudah menjadi tanda dan pelajaran heh,” jelasnya lagi.
Lebih jauh, Mawa menilai bahwa jika seseorang yang menjaga diri justru dipasangkan dengan pasangan yang berzina, maka hal tersebut patut dijadikan bahan perenungan. Ia memandang kondisi tersebut sebagai petunjuk yang tidak boleh diabaikan.
“Kalau pasangan yang tidak berzina justru mendapatkan pasangan yang berzina, berarti itu sudah menjadi petunjuk yang harus disadari. Kita sudah dibimbing untuk melihat kenyataan itu. Jadi menurutku, tidak seharusnya lagi dipertahankan. Bisa jadi itu cara Allah menjaga kita, supaya kita tidak terseret lebih jauh, baik secara batin maupun sampai terkena penyakit,” ujar Mawa.





