Tak Memaksa Anak, Fairuz A Rafiq dan Sony Septian Pilih Cara Ini agar Anak Mau Puasa

grid.id
5 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Pasangan selebritas Fairuz A Rafiq dan Sony Septian membagikan pengalaman mereka mendampingi anak-anak menjalani ibadah puasa sejak usia dini. Bertempat di kawasan Jakarta Selatan pada Selasa (24/2/2026), Fairuz dan Sony mengungkap bahwa setiap anak memiliki karakter dan tantangan yang berbeda, terutama saat sahur.

Fairuz mengungkapkan bahwa anak keduanya, Eijaz, sudah terbiasa menjalani puasa penuh meski usianya masih belia.

"Paling sih kalau dramanya itu udah pasti Eijaz good walaupun udah tahun ketiga full ya sayang ya," ujar Fairuz A Rafiq di kawasan Jakarta Selatan pada Selasa (24/2/2026).

Namun hal tersebut berbeda dengan Zhafi yang usianya lebih kecil. Menurut Fairuz, Zhafi masih kerap menunjukkan drama khas anak-anak saat waktu sahur tiba.

"Kalau Zhafi, dia tetap cranky pas sahur. Suka gini nih "Hah.. entar lagi.." gitu-gitu. Jadi harus dielus dulu," sambungnya.

Sony Septian menambahkan, drama Zhafi tak jarang disertai dengan berbagai alasan agar bisa kembali tidur dan menghindari makan sahur. Ia pun mengatakan bahwa anaknya itu menjadikan makanan sebagai salah satu alasan untuk tidak sahur.

"Atau makanan.. "Kamu mau makan ini?" "Iya.." "Kamu mau makan itu?" Maksudnya entar terus suka cari-cari (alasan) yang enggak ada gitu," sambung Sony Septian.

Fairuz pun mengakui, alasan-alasan tersebut merupakan bagian dari usaha Zhafi agar tidak perlu bangun terlalu lama. Ia pun membeberkan beberapa cara untuk membiasakan anak-anaknya melakukan sahur.

"Biar enggak makan maksudnya, biar dia tidur gitu. Ya drama-dramanya anak umur 7 tahun, 4 tahun. Kalau Zhafi sih diangkat, ditaruh di sofa, terus udah nanti lama-lama dari merem, melek-melek akhirnya dia baru berbaur lagi," ujar Fairuz.

Dalam mendidik anak-anak menjalani puasa, Sony menekankan pentingnya memberikan pemahaman secara bertahap. Namun ia menyadari bahwa konsep tersebut masih terlalu abstrak bagi anak-anak seusia mereka. Karena itu, Sony dan Fairuz memilih pendekatan yang lebih mudah dipahami.

"Ya memang harus pelan-pelan ya ngasih pengertiannya. Cuma, jadi gini awal-awal sih kita bilang kalau kita puasa nanti Allah sayang sama kita gitu kan," ujar Sony.

 

"Nanti kalau Allah sayang sama kita, kan sebenernya kalau Allah sayang sama kita kan keberatan buat anak umur segitu kan, belum paham juga. Tapi akhirnya kita bilang kalau Allah sayang sama kita, nanti kalau kita berdoa minta apa aja dikasih sama Allah," sambungnya.

Pendekatan tersebut kemudian dikaitkan dengan peran orang tua dalam kehidupan anak. Ia mengatakan bahwa hal tersebut bisa menjadi semangat agar mendapatkan rewards.

"Nanti kalau Kakak sama Adek minta apa aja sama Daddy, nanti Allah gerakin hati Mami Daddy untuk ngasih apa aja yang kalian mau. Akhirnya dia jadi semangat karena reward itu gitu, kan anak-anak cuma ngerti itu kan. Akhirnya ya udah mereka mau ngejalaninnya," kata Sony.

Hasilnya, anak-anak justru menjadi lebih antusias menjalani puasa dan mulai menghitung hari menuju Lebaran. Fairuz pun mengungkap bahwa semangat tersebut bukan hanya dirasakan oleh Eijaz dan Zhafi, tetapi juga anak sulung mereka, Faaz.

"Kayak tadi aja nanti misalkan udah hitung-hitungan tuh. "Aduh, udah 5 hari puasa berarti lebaran berapa hari lagi Dad?" Emang kenapa? "Nanti pokoknya Kakak hadiahnya mau beli ini, mau beli itu" gitu," ujarnya.

"Udah ngebayangin apa aja mau dibeli. Jangankan Eijaz sama Zhafi, Faaz pun udah ngebayangin nanti dia kalau lebaran mau beliin ini, mau beliin itu," kata Fairuz.

Sony menegaskan bahwa proses mendidik anak berpuasa memang membutuhkan kesabaran ekstra. Ia pun juga memilih untuk menjelaskan dengan bahasa yang lebih masuk akal dan bisa diterima oleh anak-anaknya.

"Emang harus pelan-pelan sih, tapi tetap ngasih sesuatunya yang harus masuk akal menurut mereka," katanya.(*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dana ZIS Dipastikan Tidak Mengalir ke Program Makan Bergizi Gratis
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Menteri PPPA Dorong Polri Usut Tuntas Kasus Meninggalnya Nizam Safei di Sukabumi
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Super League: Bermain 10 Orang, Persija Curi Poin Penuh di Markas Malut United
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Kok Bisa, Megatron Tak Masuk 5 Besar Top Skor, Tapi Pertamina Enduro Sudah ke Final Four Proliga 2026
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Mayat Pria Tak Dikenal Mengapung di Kali Ciliwung
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.